Main Menu

Wapres JK: Pemerintah Siap Cairkan Rp 735 Milyar Untuk Pelatnas Asian Games 2018

Hendri Firzani
21-12-2017 07:24

Wakil Presiden Jusuf Kalla (ketiga kiri) berjabat tangan dengan sejumlah perwakilan pihak swasta dalam acara penandatanganan kerjasama sponsorship Asian Games 2018 di Jakarta. (ANTARA/Akbar Nugroho Gumay/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) memuji sekaligus memberikan apresiasi atas keterlibatan ketua umum PB Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Bob Hasan memajukan olahraga di tanah air. Menurutnya, sosok Bob Hasan patut dijadikan teladan oleh insan olahraga yang lain.



“Beliau bapak dari semua tim olahraga dan sekaligus ibu daripada segala atlet olahraga,” kata Wapres JK dalam acara santap siang bersama  di Istana Wakil Presiden, Jl Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (20/12). Hadir dalam acara yang dimaksudkan untuk melakukan koordinasi persiapan Asian games 2018 itu, seluruh ketua pengurus cabang olahraga Asian Games 2018, Ketua KONI Tono Suratman, dan Ketua INASGOC Erick Thohir serta Menpora Imam Nahrawi dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.


Dalam kesempatan itu, Wapres JK meminta agar pengurus cabang olahraga yang lain dapat menghargai apa yang dilakukan Bob Hasan selama ini dan  menjadikannya contoh dalam mengembangkan dan memajukan atlet atletik.  “Jadi, kita hargai kalau beliau sesenior ini masih penuh perhatian apalagi yang masih muda kan. Kelewatan kalau kita kurang perhatian dibanding Pak Bob Hasan,” kata Wapres.


Wapres JK kembali mengingatkan bahwa penyelenggaraan Asian Games 2018 yang tinggal 8 bulan lagi, harus berjalan sukses. Sukses yang dimaksud, menurut JK , mulai dari pembangunan infrastrukturnya termasuk venue olahraga. "Tadi saya bicara dengan Menteri PU, saya  bilang tidak usah kita bicarakan di sini karena kita lihat sendiri kemajuannya sudah seperti apa," ujar JK.


Infrastruktur yang ada, menurut JK, sudah sangat bagus, bahkan bisa dibilang yang terbaik di Asia. Ia membandingkan kawasan senayan dengan kompleks stadion Olimpiade London 2012, dimana Senayan jauh lebih baik. Sukses kedua, menurut JK yaitu penyelenggaraan Asian Games yang akan dikoordinasikan oleh Inasgoc.  

 

Sukses yang ketiga dan yang terpenting,  menurut Jk yaitu prestasi olahraga yang merupakan penentu dari semua pelaksanaan Asian Games.  "Sehebat apapun infrastrukturnya, sebagus apapun penyelenggaraanya, namun prestasi adalah harga diri bangsa," tegas JK. Ia mengatakan, harga diri bangsa, kini terletak di tangan para pengurus dan atlet olahraga. Rakyat Indonesia, menaruh harapan pada prestasi atlet-atlet Indonesia.

 

Indonesia sebagai negara berpenduduk  nomor 3 di Asia,  tetapi memiliki prestasi olahraga  nomor 17 di Asian Games Incheon dan nomor 5 di Asia Tenggara tentu bukan suatu yang patut dibanggakan.  "Harapan kita, posisi Indonesia minimum 10 besar. Kalau masuk 10 besar maka dihitung setidak-tidaknya antara tambah 20 medali emas harus diperoleh, kita ingin indonesia raya setidaknya dinyanyikan 20 kali Selama Asian Games. Karena setiap dapat emas pasti menyanyi Indonesia raya," tambah Wapres JK.

 

Untuk mencapai itu, pemerintah sendiri akan terus mendukung dengan merombak sistem yang ada. Diantaranya  mengenai administrasi uang saku, uang perjalanan, birokrasinya akan dipersingkat. Dari Kemenpora langsung ke Cabor.  JK tak mau kejadian sebelumnya, saat SEA games 2017 kembali terulang. Seperti diketahui, saat masih diurus Satlak Prima, pencairan dana akomodasi atlet sempat tertunda. Beberapa atlet dari beberapa cabor smepat belum dibayarkan uang akomodasinya, dari mulai biaya penginapan, uang makan, hingga uang saku.   

 

Untuk persiapan pelatnas Asian Games dan Asian Para Games, pemerintah menyiapkan dana hingga  Rp735 Miliar yang akan dicairkan pada awal Januari 2018.  Bila dihitung, maka biaya untuk meraih medali emas sebagaimana ditargetkan sekitar Rp 25 hingga Rp30 Miliar per satu medali emas. "Silahkan anda gunakan untuk pelatnas, try out ke luar negeri, ke mana saja silahkan, asal bukan sekadar jalan-jalan," tegas JK. 

 


Reporter: Anthony Djafar
Editor: Hendri Firzani

Hendri Firzani
21-12-2017 07:24