Main Menu

Anggaran dipangkas, Target 10 Besar Asian Games Sulit Tercapai

Wanto
06-01-2018 11:41

Kejurnas atletik di Jakarta beberapa waktu lalu untuk menjaring atlet berprestasi dan sebagai evaluasi bagi atlet pelatnas menjelang Asian Games 2018. (ANTARA/Wahyu Putro A/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Sebagai tuan rumah, Indonesia menargetkan bisa masuk dalam urutan 10 besar peringkat Asian Games 2018 Jakarta- Palembang. Sayangnya, target tersebut sepertinya akan sulit terealisasi karena pemangkasan anggaran yang dilakukan oleh Kemenpora. 

Hal itu disampaikan sejumlah pengurus cabang olahraga dalam konferensi pers, di Hotel Century Park Senayan Jakarta, Jumat (4/1).

Dalam acara bertema ”’Apa Kabar Target 10 Besar Asian Games 2018” ? itu juga mendesak Presiden Jokowi turun tangan untuk menyelesaikan masalah ini.

Asian Games 2018 akan mempertandingkan 40 cabang olahraga dengan memperebutkan 462 medali emas. Indonesia melalui Wapres JK mematok target 10 besar dengan asumsi 20 sampai 23 medali emas. Ke-40 cabor tersebut telah mengajukan proposal anggaran kepada Kemenpora senilai Rp.1.207.604.771.817. Namun dari jumlah itu, yang direkomendasikan hanya Rp.427.580.000.000,-.

Menurut juru bicara Forum Cabor, Rinaldi Duyo, keputusan Kemenpora memangkas anggaran pelatnas Asian Games 2018 telah menyimpang dari arahan Wapres Jusuf Kalla.

”Kami masih ingat benar apa arahan Bapak Wapres JK. Pak JK meminta kepada semua cabor sungguh-sungguh untuk mempersiapkan atletnya menghadapi Asian Games 2018 ini. Masing-masing cabor ditekankan membuat program yang mengarah pada peningkatan prestasi atlet,” kata pria berdarah Gorontalo yang juga Sekjen Indonesia Jet Sport Boarding Asociation (IJBA) itu.

Forum Cabor seperti dikatakan Rinaldi tak akan pernah berhenti memperjuangkan hak-hak atlet. Karena atlet ini membela harkat dan martabat bangsa Indonesia di Asian Games nanti.

Semestinya lanjut dia, sebelum menetapkan nilai nominal dari anggaran pelatnas, tim verifikasi bentukan Kemenpora itu melibatkan cabor sehingga angka pastinya masih bisa dikomunikasikan dengan baik.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Sambo Indonesia (PP.Persambi), Krisna Bayu juga menyoroti hal sama. Menurut mantan pejudo nomor satu Indonesia itu, jika anggaran pelatnas dipangkas maka pemerintah dalam hal ini Kemenpora jangan menuntut medali pada cabor.

”Sekarang pun para atlet secara psikologis dalam keadaan bimbang karena belum adanya kepastian pelatnas kapan akan dimulai. Yang jadi korban akhirnya atlet itu sendiri,” tambah Krisna Bayu.

Krisna Bayu juga menegaskan, dengan kondisi seperti itu seharusnya kita lupakan target 10 besar di Asian Games 2018. "Kita cukup menjadi tuan rumah yang baik aja," ujarnya.

Adapun alasan Kemenpora tidak bisa memenuhi nominal yang diajukan oleh pengurus cabor, antara lain karena memang anggaran yang ada hanya sekitar Rp600 milyar.

Sebenarnya, pemerintah memiliki dana kurang lebih Rp735 milyar, tapi sekitar Rp100 milyar dialokasikan untuk Komite Paralimpiade Nasional (NPC) yang harus menyiapkan atlet untuk Asian Para Games 2018.

Dari catatan yang dipegang, memang rata-rata dari pengajuan 40 pengurus cabang olahraga, pemangkasan anggaran mencapai lebih dari 50%. Ada yang lebih dari 50%, namun itu pun pengajuannya hanya sekitar Rp3 milyar.


Reporter: Wanto

Editor: Birny Birdieni 

Wanto
06-01-2018 11:41