Main Menu

PB PASI Siap Hadapi Olimpiade 2020

Wanto
05-05-2018 13:10

Maria Natalia Londa.(GATRA/Erry Sudiyanto/re1)

 

Jakarta, Gatra.com - Guna mencari atlet-atlet muda berbakat untuk cabang olahraga atletik, Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) akan menggelar Kejuaraan nasional (kejurnas) atletik di Stadion Madya Senayan pada 7-12 Mei 2018.

 

Dari data yang diperoleh, ada sekitar 1.053 atlet dari 34 provinsi yang Akan mengikuti kejurnas tersebut. Nantinya, dari total atlet tersebut akan berpartisipasi dalam tiga nomor yang diperlombakan yaitu, kelompok usia di bawah 16 tahun, 18 tahun, dan senior.

"Kami akan menyelenggarakan Kejurnas di Stadion Madya mulai 7 sampai 12 Mei ini. Melalui ajang ini, kami ingin melihat kemajuan atlet-atlet daerah menuju ke level yang tinggi lagi yaitu level internasional. Juga sekaligus proses regenerasi,"jelas Ketua Umum PB PASI Bob Hasan.

Pada saat yang sama, Sekretaris Jendral PB PASI, Tigor Tanjung, menjelaskan, Ajang kejurnas tersebut merupakan sarana pemantauan bagi PB PASI untuk melihat potensi atlet-atlet berbakat dari seluruh wilayah Indonesia. Bukan tidak mungkin nantinya mereka akan menjadi penerus atlet-atlet bagi PB PASI.

"Selama ini, memang kami pisahkan Kejurnas senior sendiri, junior dan remaja ada kegiatan sendiri. Tapi, tahun ini kami gabungkan karena efisiensi waktu dan biaya. Selain itu, tentu lebih semarak karena atlet junior bisa melihat seniornya, sebaliknya senior akan terpacu. Sebab, jika bertandingnya jelek dilihat oleh adik-adiknya,"jelas Tigor.

Tak Hanya itu, menurutnya, apabila ada atlet yang lebih baik maka bukan tidak mungkin mereka bisa masuk kedalam Pelatnas untuk Asian Games 2018 mendatang.

"Ya, karena jika ada yang lebih baik bisa saja masuk dalam pelatnas Asian Games. Untuk itu, mereka harus tetap berpacu,"tambahnya.

Pada saat yang sama, Tigor juga mengomentari perkembangan 12 atlet yang Belum lama ini mengikuti Pelatnas Asian Games di Amerika Serikat bulan April 2018 lalu.

Menurut Tigor, kemajuan yang ditunjukkan oleh atlet dan pelatih tidak hanya dari kemampuan mereka saja, namun memberikan optimisme pengurus menuju Olimpiade 2020.

"Jadi memang training camp selama satu bulan yang begitu intensif, yang akhirnya bisa menghasilkan penglihatan seperti itu, Laporan dari Harry Marra, konsultan PASI menuju Asian Games 2018, juga banyak. Dia selalu memberikan laporan harian,"ujarnya.

Secara terpisah, atlet andalan Indonesia, Maria Natalia Londa membenarkan apabila 12 atlet yang mengikuti Pelatnas di Amerika mengalami kemajuan yang sangat pesat.

"Semakin banyak pengalaman lomba,pengalaman latihan dan banyak hal baik yang saya dapat disana, ada beberapa kejuaraan yang Kita ikuti saat mengikuti Pelatnas disana, hasilnya juga bagus,"ujar Maria kepada Gatra.com.



Reporter: Wanto

Editor: Iwan Sutiawan

 

Wanto
05-05-2018 13:10