Main Menu

Rekornas Kembali pecah di Ajang GBK Kejurnas 2018

Hendri Firzani
11-05-2018 13:08

Atlet Lempar Lembing Jawa Barat, Fira Firliana Yuni. (GATRA/Ardi Widi Yansah/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Atlet putri Jawa Barat Fira Firliana Yuni berhasil memecahkan rekor nasional di ajang Kejurnas Atletik 2018 kali ini, jumat tadi pagi (11/5). Atlet yang baru berusia 17 tahun ini, memecahkan rekornas nomor lempar lembing putri U-18. 

 

Di Kejurnas yang kali ini diberi nama GBK Kejurnas Atletik U-18, U-20 dan Senior ini  Fira memecahkan rekor nasional atas nama Siska Agustin yang baru dibuat setahun lalu. Fira mencatat lemparan sejauh 45,81 meter atau lebih baik hampir 2 meter dari lemparan Siska Agustin yang mencatat 43.89 meter.

Pemecahan rekornas di Kejurnas kali ini, sebelumnya dilakukan juga oleh atlet Jawa Barat. Adalah pelari 400 M gawang putra yunior  Halomoan Simanjuntak yang berhasil memecahkan rekornas atas namanya sendiri. Moan-demikian ia biasa disapa,  mencatat waktu 51,75 detik atau lebih baik dari catatan waktu sebelumnya  51,84 detik.

Dengan catatan waktu tersebut, Moan berhak atas medali emas Kejurnas. Medali perak diraih atlet Nusa Tenggara Barat L Aji Kusuma Rinjani dengan waktu 53,26. Sementara perunggu diraih atlet Jawa Tengah Agil Ponco dengan waktu 55,93 detik. “Alhamdulillah, Moan kembali berhasil memecahkan rekornas,” ujar Kikin Ruhuddin, pelatih Moan.

Meski begitu,  catatan rekornas Moan itu masih menjadi kontroversi. Tim Juri kejurnas  menganggap hasil yang diraih Moan tidak bisa dijadikan rekornas karena tinggi gawang tidak sesuai standar. Dalam lomba yang berlangsung di stadion madya Senayan Jakarta tersebut, tinggi gawnag yang digunakan yaitu 84 cm. Sementara standar yunior yaitu 91 cm.

Namun, pelatih Kikin berkeyakinan apa yang dilakukan atletnya tidak salah, karena tinggi gawang ditentukan sendiri oleh panitia pelaksana yang ditetapkan berdasarkan hasil Technical Meeting sebelum lomba. “Saya pun tadi, sebelum lomba sempat meminta agar dinaikkan menjadi 91 cm tapi, panpel menolaknya, karena mereka berdasarkan technical meeting,” tambah Kikin.

Yang pasti, menurut Kikin, dirinya dan tentu saja Moan, merasa kecewa atas putusan juri tersebut. Namun, ia akan terus berjuang agar hasil yang didapat anak latihnya, bisa dicatatkan sebagai pemecahan rekornas.

 


Editor: Hendri Firzani

Hendri Firzani
11-05-2018 13:08