Main Menu

Rekornas Lompat Jauh Putra Pecah Di Korea Selatan

Hendri Firzani
17-06-2018 16:51

Safwaturahman. (Dok.PASI/RT)

Yecheon, Gatra.com - Kabar gembira datang dari kota Yecheon, Korea Selatan, pagi ini (17/6). Di ajang kejuaraan Atletik Korea Open, pelompat jauh nasional asal NTB Safwaturahman berhasil memecahkan rekor nasional lompat jauh putra dengan lompatan sejauh 7,98 meter. Safwa juga meraih medali emas dan menambah perbendaharan emas Indonesia menjadi tiga setelah pelari gawang putra Rio Maholtra meraih emas di nomor 110 m dan sebelumnya tim estafet 4 x100 putra meraihnya, sabtu kemarin.

 

Safwa-demikian ia biasa disapa, memecahkan rekornas milik Agus Reza Irawan dengan lompatan sejauh 7,85 meter yang dibuat pada kejuaraan Asia di Jakarta pada 21 September 1995 atau 23 tahun yang lalu. Selain Safwaturahman, dalam perlombaan yang berlangsung tadi pagi, Indonesia juga meraih medali perunggu dari nomor tolak peluru putri.

Juara SEA Games 2017 Eki Febri Ekawati berhasil menempati posisi ketiga dengan tolakan sejauh 15,16 meter. Medali emas dan perak diraih petolak peluru putri tuan rumah Korea Selatan Lee Somjung dan Shin Bomyi dengan tolakan sejauh 15,90 meter dan 15,31 Meter. 

Sebelumnya, tim Indonesia sudah mendapat medali emas pertama dari tim estafet putra Indonesia di nomor 4 x 100 meter. Tim yang berisikan Yaspi Boby, Fadlin, Eko Rimbawan dan Bayu Kertanegara ini, unggul atas tim Korea Selatan dan Hongkong.

Anak-anak latih Eni Sumartoyo ini mencatat waktu terbaiknya 39,76. Dua Tim Korea Selatan yang bermaterikan atlet-atlet muda, hanya mencatat waktu terbaik 40,61 detik dan 41,06 detik. “Seharusnya, tim Hongkong juara kedua, tapi mereka didiskualfikasi, karena melanggar aturan,” ujar Eni yang ikut mendampingi atletnya berlaga di Korea Selatan.

Menurut Eni, tim estafet kali ini, menggunakan formasi berbeda dari saat test Event lalu maupun saat training camp di Amerika Serikat. Selain tidak diperkuat Lalu Muhammad Zohri, yang harus memperkuat tim Yunior ke kejuaraan Asia di Gifu, Jepang beberapa waktu lalu, tim estafet kali ini kembali diperkuat sprinter Yaspi Boby.

“Dengan waktu persiapan 1 bulan, saya rasa, hasil yang dicapai cukup baik,” ujar Eni. Kejuaraan Korea Open Athletics Meeting ini sendiri berlangsung selama dua hari (16/6 – 17/6) dan diikuti lebih dari 8 negara Asia yaitu, Hongkong, Vietnam, Filipina, Sri Lanka, India, Singapura, Malaysia dan Indonesia serta tuan rumah Korea Selatan.

Indonesia mengirim 9 atlet terbaiknya yang dipersiapkan untuk Asian Games 2018 nanti yaitu tim estafet putra yang terdiri atas Yaspi Boby, M.Fadlin, Eko Rimbawan, dan Bayu Kertanegara. Selain itu Safwaturahman (lompat jauh), Suwandi Wijaya (lompat jauh),Rio Maholtra (110m), Emilia Nova (100 m Gawang) dan Eki Febri Ekawati (tolak peluru).

Rio sendiri berhasil mendulang medali emas nomor 110 meter gawang. Atlet asal palembang ini masuk finish dengan waktu 14,22 detik. Unggul atas pelari andalan Filipina Clinton Bautista (14,29 detik) dan pelari hongkong Wang Fung Cheung (14,31 detik)

Sementara, Emilia Nova menyumbang medali perak nomor 100 M gawang. Emilia mencatat waktu 13, 58 detik. Sementara juara pertama atlet Korea Selatan Jung Hyelim (13,26). Sementara medali perunggu diraih atlet Hongkong   Lai Yiu Lui  (13,63)

 


 

Editor: Hendri Firzani 

Hendri Firzani
17-06-2018 16:51