Main Menu

Dikunjungi Lalu Muhammad Zohri dan Teman-temannya, Semangat Purnomo Bangkit Lagi

Hendri Firzani
31-07-2018 19:17

Mantan sprinter nasional Purnomo Yudi begitu gembira bisa bertemu dengan juara dunia U-20 Lalu Muhammad Zohri, selasa siang (31/7). (Dok.PASI/RT)

Jakarta, Gatra.com - Mantan sprinter nasional Purnomo Yudi begitu gembira bisa bertemu dengan juara dunia U-20 Lalu Muhammad Zohri, selasa siang (31/7). “Melihat Lalu dan rekan-rekan sprinter nasionalnya, saya jadi semangat lagi, bukan semangat buat lari, tapi semangat untuk berjuang melawan penyakit,” ujar Purnomo.

 

Di sela-sela latihan persiapan Asian Games 2018, yang tinggal menghitung hari, sejumlah sprinter nasional yaitu Lalu Muhammad Zohri, Yaspi Boby, Fadlin, Eko Rimbawan dan Bayu Kertanegara menyempatkan diri menjenguk seniornya tersebut. Para atlet ditemani sejumlah pengurus Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) yang dikomandani ketua bidang organisasi Zacky Anwar Makarim.

Ditemui di kediamannya  di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, pria asal Ajibarang, Jawa Tengah ini mengatakan, bahwa ia telah berjanji kepada diri dan keluarganya, jika  sembuh dari penyakit yang dideritanya saat ini, ia akan fokus untuk  mendampingi para atlet atletik nasional untuk mencapai prestasi.

Purnomo kini sedang menjalani pengobatan dari  sakit kanker yang sudah lama dideritanya. Ia menderita kanker getah bening yang membuatnya harus bolak balik dirawat di rumah sakit. 

Ini sebenarnya kali ketiga mantan pemegang rekor nasional nomor 100 meter itu harus bertarung melawan kanker. Pria bernama lengkap Purnomo Muhammad Yudhi itu kali pertama didiagnosis menderita limfoma non-hodgkin pada 2015. Setelah menjalani serangkaian pengobatan, setahun berselang, dia dinyatakan sembuh.

Tapi, kanker yang sama kembali muncul pada awal 2017. Lewat perjuangan selama 9 bulan, masalah tersebut terselesaikan. Namun, pada Maret 2018, pria kelahiran Purwokerto, Jawa Tengah, 12 Juli 1962, itu harus menerima kenyataan pahit. Kanker kembali muncul di tubuhnya. Ayah empat anak ini terpaksa harus kembali bolak balik ke rumah sakit.

Purnomo merupakan legenda hidup sprinter Indonesia. Ia pernah mencatatkan namanya sebagai pelari tercepat di Indonesia dengan catatan waktu 10,33 detik di nomor 100 meter. Rekor tersebut baru bisa dipecahkan Mardi Lestari di PON 1989 Jakarta dengan catatan waktu 10,20 detik.

Purnomo juga pernah menjadi satu-satunya wakil Asia yang bertahan sampai semifinal di nomor 100 meter Olimpiade Los Angeles 1984.  “Kalau saya tidak satu grup dengan juara-juara dunia saat itu, seperti carl Lewis, ben Johson dan lainnya di smei final, mungkin saya bisa masuk final,” kata Purnomo, mengenang masa-masa itu.

Dalam kesempatan bertemu para sprinter nasional itu, Purnomo juga memberikan motivasi dan nasehat kepada para atlet. Ia meminta mereka terus berprestasi setinggi-tingginya serta mempersiapkan diri untuk masa depan dengan cara menabung atau berinvestasi sejak dini. “Jangan sampai, nanti di masa tua, kalian tak punya apa-apa,” tambah Purnomo.

Ia tak ingin para atlet mengalami apa yang dialami sejumlah mantan atlet nasional yang hidup susah saat di masa tua. "Kalian, kini hidup sudah terjamin, makan, tempat tinggal sekolah, semua sudah ditanggung, jadi fokus latihan saja, dan uang gajinya kalian tabung, untuk masa depan," tambah Purnomo.

Pria kelahiran 12 Juli 1962 ini juga memiliki satu permintaan kepada para sprinter nasional. "Raih medali emas estafet, saya yakin kalian pasti bisa," ujar Purnomo. 


 

Editor: Hendri 

 

Hendri Firzani
31-07-2018 19:17