Main Menu

Satlak Prima Kerucutkan Cabang Olahraga Peserta Olimpiade 2016

Edward Luhukay
19-11-2014 02:15

Ilustrasi Atlet Berkuda Asal Thailand Berlaga di Asian Games 2014 (REUTERS/Kim Hong-Ji)Jakarta, GATRAnews - Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) mengerucutkan cabang olahraga tambahan untuk Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro. Selain bulu tangkis, angkat besi, dan panahan, ada enam cabang olahraga ekstra yang diproyeksikan ke multi-event terakbar empat tahunan itu. Keenam cabang olahraga tersebut adalah equestrian, atletik, rowing, BMX, voli pantai, dan renang. Parameter yang dipakai menentukan keenamnya adalah pencapaian di Asian Games 2014.

Dan dari enam cabang olahraga tersebut tiga yang berkontribusi medali buat Indonesia. Masing-masing equestrian (satu perunggu), atletik (satu emas), dan rowing (satu perunggu). Sementara tiga yang lain, BMX, voli pantai, dan renang, masih gagal.

Ketua Satlak Prima Suwarno mengatakan, peta persaingan di level Olimpiade dua sampai tiga kali lebih berat dibandingkan Asian Games. Karena itulah Satlak Prima sangat selektif menentukan cabang olahraga untuk diberangkatkan.

"Yang sudah dapat medali di Asian Games saja belum pasti bisa bersaing untuk Olimpiade Rio de Janeiro. Butuh kerja keras. Itu sebabnya konsentrasi buat Olimpiade 2016 sudah kita mulai sejak tahun ini,"ungkapnya dalam rilis yang diterima GATRAnews, Selasa (18/11).

Perjalanan menuju Olimpiade 2016 sudah dimulai tahun ini. Cabang olahraga angkat besi misalnya yang baru merampungkan kejuaraan dunia angkat besi pada Kamis (13/11) lalu di Almaty Kazakhstan. Prestasi terbaik didapat lifter Eko Yuli Irawan dengan menduduki posisi runner-up di kelas 62 kilogram putra.

Nah, dari keenam cabang olahraga tersebut Warno secara terang-terangan mengatakan sulit untuk mendapat medali. Lantas kenapa dikirim? Padahal mantan Pangdam V/Brawijaya sempat mengatakan, hanya yang punya peluang medali yang akan dikirim.

"Keenam ini terbaik dari yang terburuk. Bicara jenjang, contoh Maria Natalia Londa harus diberi kesempatan di pentas olimpiade. Londa juara di SEA Games Myanmar tahun lalu. Kemudian di Asian Games Korsel (Korea Selatan), emas. Masak ya tidak kita kasih kesempatan di level dunia," tambahnya.

Sementara itu, Binpres Equestrian Federation of Indonesia (EFI) Prasetiono Sumiskum mengakui kalau equestrian Indonesia tak pasang target medali untuk Olimpiade 2016. Apalagi EFI hanya akan menggembleng satu nama untuk Olimpade.

"Kami hanya akan turun di dressage (tunggang serasi) individu putri atas nama Larasati Gading. Karena memang dia yang punya kualitas. Untuk nomor show jumping dan eventing (trilomba --Red.) kita absen," tegas Prasetiono.



Penulis: Wanto
Editor: Edward Luhukay {jcomments on}

Edward Luhukay
19-11-2014 02:15