Main Menu

Ketatnya Seleksi Pencarian Pebulutangkis Muda

Edward Luhukay
02-06-2016 11:29

Pamekasan, GATRAnews - Vice President Djarum Foundation FX Supandji mengungkapkan perbincangannya dengan Bupati Pamekasan Achmad Syafii Yasin seputar pencarian bakat pebulutangkis muda di Perkumpulan Bulu Tangkis Djarum (PB Djarum) dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, seleksi yang digelar PB Djarum sangat ketat. Dari ribuan pendaftar, hanya sekitar 20an pebulutangkis muda yang diterima.

"Sementara saya duduk dengan Pak Bupati, ngomong-ngomong soal Hastomo Arbi, pahlawan Thomas Cup, terus Liem Swie King, dan segala macam. Itu adalah produk-produk dari PB Djarum Kudus. Kalau di Madura, di Pamekasan khususnya, ada pebulutangkis-pebulutangkis muda, silahkan mendaftar di PB Djarum melalui seleksi nasional," ujar Supandji kepada publik Pamekasan, Rabu (1/6) siang, di depan Kantor Bupati Pamekasan, Madura.

"Jadi kalau yang diseleksi tahun lalu lebih dari 1500 anak putra maupun putri, yang diterima sekitar 20-24. Itu betapa sulitnya masuk PB Djarum," Supandji, menambahkan.

Namun, lanjutnya, begitulah proses panjang yang melelahkan yang harus ditempuh PB Djarum maupun para calon pebulutangkis nasional. Karena juara dunia, juara Indonesia itu cuman satu. Terpaksa, seleksinya ketat," katanya.

PB Djarum, yang berdiri pada tahun 1974, dikenal sebagai awal dari pembinaan Djarum dalam menyumbang pebulutangkis-pebulutangkis nasional dimulai.

Legenda-legenda bulu tangkis nasional, kebanyakan berasal dari PB Djarum Kudus, seperti Hastomo Arbi, Hadiyanto, Kartono, Heryanto, Christian Hadinata, Hadibowo, serta Icuk Sugiarto.



Editor: Edward Luhukay

Edward Luhukay
02-06-2016 11:29