Main Menu

Mengejar Impian Juara Dunia di Kudus

Wanto
09-09-2017 23:20

(Foto: Dok PB Djarum/AK9)

Kudus, GATRAnews - Final Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2017 yang berlangsung di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah (Jateng) pada 8-10 September 2017 bakal menjadi arena pertarungan sengit para pebulutangkis muda U11 dan U13 dari berbagai daerah.


Pasalnya, ajang ini akan mempertemukan para pemenang dan peraih Super Tiket dari Audisi Umum yang telah diselenggarakan di delapan kota. Sejak awal audisi di Pekanbaru, Riau, hingga finis di Kudus, tercatat sebanyak 4,058 bibit pebulutangkis mengikuti tahapan seleksi yang dipantau langsung oleh para legenda bulutangkis yang tergabung dalam Tim Pencari Bakat PB Djarum.

Hasilnya, ada 139 talenta bulutangkis muda yang mendapatkan Super Tiket dengan meraih kemenangan maupun pilihan para Pencari Bakat PB Djarum. Final Audisi Umum yang berlangsung di Kudus itu akan mempertemukan para peraih Super Tiket dari Pekanbaru, Banjarmasin, Manado, Cirebon, Solo Raya, Purwokerto, Surabaya, dan Kudus.

Dengan kualitas terbaik yang dihasilkan dari tiap kota, final menjanjikan lahirnya bibit pebulutangkis berkualitas super yang diharapkan mampu menjadi penerus tradisi juara dunia bagi Indonesia di masa depan.

Ketua Tim Pencari Bakat PB Djarum, Christian Hadinata, meyakini ratusan peserta peraih Super Tiket tersebut bakal bertarung habis-habisan guna mendapatkan Djarum Beasiswa Bulutangkis 2017. Kesempatan ini juga akan menjadi ladang pembuktian dari para peserta yang sebelumnya meraih kemenangan di kota asal Audisi Umum mereka.

"Mengenai bakat, sudah menjadi perhatian kami di PB Djarum sejak awal Audisi Umum ini dilaksanakan. Namun yang terpenting adalah semangat pantang menyerah dan mentalitas juara. Kombinasi dari bakat dan mental juara inilah yang kami cari," kata jawara All-England 1972, 1973, dan 1979 itu.

Para peraih Super Tiket ini wajib melakukan registrasi ulang pada Kamis (7/9) di GOR Djarum, Jati, Kudus. Mereka, kemudian dibagi berdasarkan kategori usia, yakni U11 dan U13 Putri, serta U11 dan U-13 Putra.

Di Final Audisi ini, para pelatih di PB Djarum akan turun langsung memantau bakat para peserta. Mereka akan mengamati proses seleksi dan bergabung dengan para legenda bulutangkis Indonesia lainnya yang menjadi tim pencari bakat PB Djarum.

"Penilaian kami tidak hanya dari kalah atau menang saja, kami juga akan menilai kelebihan teknik mereka apakah itu footwork, pukulan, tenaga, atau stamina. Tetapi kami juga mempertimbangkan daya juang, ditambah juga potensi mereka untuk bisa berkembang atau tidak. Kami juga membandingkan kualitas peserta yang seusia mereka dengan atlet kami yang sudah berada di Kudus," ujar Manajer Tim PB Djarum, Fung Permadi.

"Dalam karantina ini, akan dilihat bagaimana kedisiplinan dan kehidupan mereka sehari-hari. Apakah mereka memiliki konsistensi semangat dalam keseharian mereka. Sebenarnya, waktu karantina ini relatif pendek, tetapi ini cukup untuk menjadi indikasi awal untuk memilih atlet mana yang nantinya akan berhak untuk mendapat beasiswa bulutangkis," lanjut Fung.

Setelah lolos tahap karantina, mereka yang berhasil dinyatakan bergabung bersama PB Djarum, akan segera masuk asrama dan berlatih sebagai atlet PB Djarum. Selain mendapatkan pelatihan dari para pelatih berpengalaman di PB Djarum, mereka juga akan mendapat fasilitas terbaik dalam program beasiswa bulutangkis ini. Termasuk di dalamnya adalah kesempatan bertanding di turnamen nasional dan internasional.


Reporter: Wanto
Editor: Iwan Sutiawan

Wanto
09-09-2017 23:20