Main Menu

JK Tinjau Pelantas Bulu Tangkis Hingga Panahan

Wanto
04-10-2017 02:01

Wakil Presiden Jusuf Kalla (tengah) serta sejumlah jajaran meninjau proyek renovasi Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta (Antara/Sigid Kurniawan/AK9)

Jakarta, gatra.com - Ketua Pengarah Asian Games 2018, Jusuf Kalla (JK), meninjau  pelatnas bulutangkis di Cipayung, pencak silat di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), dan panahan di Senayan, Jakarta, Selasa (3/10).


JK meninjau langsung pelatnas untuk memastikan bidang prestasi dan infrastruktur pelaksanaan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang. Dua hal tersebut menjadi fokus kunjungannya. Saat berada di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur (Jaktim), JK yang ditemani Ketua Umum PBSI, Wiranto menyempatkan diri beradu tepok bulu angsa dengan dua pemain andalan Indonesia, Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir sekitar10 menit.

JK yang datang bersama rombongan terdiri dari Ketua Umum INASGOC, Erick Thohir; Sekjen Eris Herryanto, Direktur Venue & Environtment, Syahrier Nawir; dan Jubir INASGOC, Danny Buldansyah; menyempatkan diri melihat mess atlet putra dan ruang makan atlet, serta menyapa beberapa atlet yang sedang sarapan pagi.
 
Kedatangan JK disambut Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Sesmenpora Gatot S Dewabroto, Kabid Pembinaan PBSI Susy Susanti, dan Ketua Pengda PBSI DKI Jakarta, Alex Tirta.

Saat mengunjungi pelatnas pencak silat di Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta Timur (Jaktim), JK beserta rombongan diterima Kabid Pembinaan dan Pengembangan IPSI, Edhy Prabowo

Usai melihat langsung latihan para atlet nasional tersebut, JK juga memantau perkembangan pembangunan arena pertandingan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan. Di kompleks olahraga yang dibangun untuk menggelar Asian Games IV tahun 1962 itu, JK mendatangi Stadion Utama GBK, Istora, lapangan panahan, hoki, bisbol, dan tiga lapangan latihan ABC.

Kunjungan kerja JK itu sangat penting untuk memastikan program yang berkaitan dengan bidang prestasi dan infrastruktur berjalan lancar. Seperti diketahui, di bidang prestasi, Indonesia menargetkan peringkat 10 besar Asia di Asian Games 2018.

Sementara di bidang infrastruktur, sesuai agenda dari Kementerian PUPR, mayoritas dari 14 venue yang ada di kawasan GBK siap diserahterimakan dalam waktu tiga bulan lagi.

"Hari ini saya memastikan kedua bidang itu, prestasi dan infrastruktur berjalan lancar. Para atlet kita di cabang bulu tangkis, pencak silat, dan panahan terus mempesiapkan diri," katanya.

"Sementara, saya juga memastikan kesiapan venue pertandingan yang dibangun Kementerian PUPR berjalan sesuai jadwal. Saya pikir, kita tidak perlu khawatir dan tetap optimistis akan sesuai jadwal," ujarnya.

Sedangkan soal jumlah cabang olahraga, JK menegaskan, pihaknya menerima ketetapan OCA untuk mempertandingkan 40 cabang olahraga di Asian Games 2018. "Ya, saya sudah dapat laporan. Kita menerima ketetapan 40 cabang. Selanjutnya, semua hal akan dituntaskan saat bertemu dengan Presiden OCA pada 16 Oktober mendatang, termasuk pula perubahan ketentuan dalam host city contract," kata JK.

Dalam kesempatan itu, Ketua umum INASGOC, Erick Thohir menyatakan, semua hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan yang menjadi tanggung jawab INASGOC sudah dilaporkan kepada Ketua Pengarah.

"Baik itu mengenai ketetapan 40 cabang yang akan dipertandingkan di Asian Games tahun depan, progress di bidang sponsorship, hingga negosiasi kesepakatan baru dalam host city contract (HCC) antara kita dengan OCA," katanya.

Menurut Erick, dalam pertemuan di Kantor Wapres, Medan Merdeka Utara, Kamis (28/9), JK memahami dasar keputusan yang diambil OCA berkaitan dengan ketetapan 40 cabang di Asian Games 2018. Sedangkan mengenai kesepakatan baru dengan OCA dalam HCC, terutama percepatan dalam penggunaan dana dari sponsor, JK mendukungnya.

"Pada HCC yang lama, seluruh dana sponsor yang masuk ke OCA baru akan dicairkan setelah pembukaan Asian Games pada 18 Agustus 2018. Kini dengan kontrak baru HCC, dana dari sponsor Asian Games 2018 bisa langsung digunakan INASGOC, meskipun harus masuk ke Badan Layanan Umum (BLU)," katanya.

Sebagai satuan kerja, lanjut Erick, INASGOC tidak boleh menerima penerimaan, sementara pihaknya sangat memerlukan. "Oleh karena itu, digunakan BLU," katanya.


Reporter: Wanto
Editor: Iwan Sutiawan

Wanto
04-10-2017 02:01