Main Menu

Hendry Optimistis Jojo Kalahkan Lin Dan di China Open 2017

Iwan Sutiawan
13-11-2017 21:55

Jonatan Christie (Antara/Wahyu Putro A/yus4)

Jakarta, Gatra.com - Pelatih tunggal putra PBSI, Hendry Saputra, menilai tunggal putra Jonatan Christie mempunyai peluang untuk mengalahkan pebulu tangkis asal Tiongkok, Lin Dan, dalam China Open Super Series Premier 2017.

 


Hendry seperti dilansir laman PBSI, Senin (13/11), mengaku optimistis bahwa pebulu tangkis tunggal putra Pelatnas PBSI itu bisa memenangkan laga perdana yang cukup berat dalam China Open Super Series Premier 2017 tersebut. "Kalau persiapannya, sudah oke. Dari segi teknik, fisik segala macam sudah oke. Tapi kalau untuk ketemu Lin Dan atau siapapun, harus tetap optimis dulu," kata Hendry saat memimpin latihan tim Indonesia di Haixia Olympic Sports Center, Fuzhou, Tiongkok, hari ini.



Dalam rekor pertemuan, tunggal putra yang mempunyai sapaan akrab Jojo itu telah sekali mengalahkan Lin Dan. Sedangkan Lin Dan, berhasil menang tiga kali. Adapun pertemuan terakhir mereka pada Australian Open 2017 yang dimenangkan Lin Dan, dua set langsung, 14-21 dan 19-21.

Hendry menilai anak asuhnya harus berjuang keras karena Lin Dan mempunyai style permainan dan rekor bertanding yang bagus. Terlebih, Lin Dan bertindak sebagai tuan rumah dalam turnamen ini.

"Jadi mesti balik ke Jonatan lagi, harus lebih percaya diri. Bukan menjadi beban, tapi menjadi kesempatan. Ini perlu perjuangan, tapi saya optimis, minimal dia bisa melewati dengan cara berpikirnya, strategi bermain, bukan dari menang kalahnya," kata Hendry. Meski demikian, Hendry mengaku tetap optimistis peluang Jojo tetap terbuka untuk memangkan pertandingan, asalkan dia tetap memberikan permainan terbaik dalam melawan Lin Dan.

"Untuk Jonatan kalau main normal peluangnya fifty-fifty, untuk menangnya enggak gampang. Tapi kalau dia bisa main bagus, kemungkinan besar untuk menang ada. Selalu harus tetap optimis. Turnamen di Tiongkok dan Hong Kong ini termasuk ujian buat mereka," katanya.

Hendry menambahkan, Jojo harus bermain aman dan ulet. "Ini penting. Supaya kemudian bisa mengatur strategi permainannya di lapangan. Persiapannya yang maksimal ada delapan hari. Harus cukup, mau tidak mau," katanya. Selain Jojo, pemain tunggal putra Pelatnas PBSI lainnya, Anthony Sinisuka Ginting juga akan berlaga dalam China Open Super Series Premier 2017.

 

Dia juga akan menghadapi lawan yang tidak mudah, yakni Ng Ka Long Angus dari Hongkong. Untuk rekor pertemuan Anthony dengan Ng sangat tipis yakni 2-3. Pada pertemuan terakhir, Anthony berhasil mengalahkan Ng pada Korea Open 2017 dua game langsung, 21-18 dan 21-18.

"Kalau Anthony ketemu Ng Ka Long, rekornya menang kalah. Ini semua dikembalikan kepada kepercayaan dirinya. Dari kemarin di Perancis, Anthony sempat kena cedera, tapi sekarang sudah jauh lebih baik," katanya. Hendry berharap Anthony bisa tampil lepas dan memberikan penampilan terbaik dalam turnamen China Open yang baru pertama kali diikutinya. "Biasanya kalau pertama-tama masih terganggu dari segi mental," ujarnya.

Bukan hanya Jojo dan Anthony, pebulu tangkis profesional asal Indonesia, Sony Dwi Kuncoro juga akan berlaga dalam China Open 2017. Bedanya, Sony harus terlebih dahulu melewati babak kualifikasi melawan pebulu tangkis Jepang, Kenta Nishimoto.

China Open Super Series Premier 2017 sendiri akan digelar mulai 14-19 November 2017 di Haixia Olympic Sports Center, Fuzhou, Tiongkok dengan total hadiah yang diperebutkan sejumlah US$ 700.000.


Editor: Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
13-11-2017 21:55