Main Menu

Susy: Aturan Baru BWF Membuat Bulutangkis Susah Dinikmati

Iwan Sutiawan
24-02-2018 00:47

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susy Susanti. (Dok. PBSI/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susy Susanti, menilai aturan baru Badminton World Federation (BWF) atau Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) soal skor pertandingan dari reli poin 21 menjadi skor 11 poin dikali lima game, menjadikan tidak bisa lagi menikmati seni dan keindahan permainan bulutangkis seperti yang ada di sistem skor sebelumnya.

 

"Main dengan sistem skor 11 x 5 ini, satu poin kalau out, satu poin kalau fault. Jadinya nggak ada permainan, mungkin dalam lima menit sudah selesai," kata Susy dilansir laman PBSI, Jumat (23/2).

Menurutnya, waktu perubahan sistem skor pindah bola ke reli poin, awalnya dibilang cepat dan sekarang dibilang terlalu lama sehingga akan diubah lagi. "Mau dibikin seperti apa? Mungkin yang bikin aturan enak, tapi yang menjalankannya butuh latihan seperti apa, polanya beda semua," kata peraih medali emas tunggal putri di Olimpiade Barcelona 1992 itu.

 "Sistem skor yang baru ini saya nggak tahu bakal bagaimana, kesannya kayak diburu-buru. Pemain benar-benar nggak boleh bikin kesalahan sendiri, yang lambat panasnya tidak akan bisa, yang akurasi teknik pukulannya tidak bagus juga tidak bisa, pemain yang belum matang pun nggak bisa," kata Susy.
 
Aturan ini menjadikan sudah untuk menikmati permainan badminton karena pertandingan akan berjalan terlalu cepat. "Belum lagi nanti servis difault, bola out, habis deh, jadi tidak ada seninya. Orang kan mau menikmati, bagaimana pemain ketinggalan terus menyusul, seperti kemarin Firman [Abdul Kholik] yang ketinggalan 14-20 lalu bisa menang, adu strategi, fisik, keberanian," katanya.

"Kalau skor 11x5, ya nggak ada. Nggak ada ceritanya. Main apa? nggak tahu, tadi mati semua, nanti ngasih penjelasannya gimana ke mas dan mbak media seperti ini? Tadi mati semua pukulannya," ujar Susy.


Editor: Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
24-02-2018 00:47