Main Menu

Liliyana Natsir Fokus ke Bisnis Selepas Pensiun Tahun Depan

Iwan Sutiawan
26-02-2018 10:03

Liliyana Natsir. (Dok. GATRA/Dharma W/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Liliyana Natsir, pebulu tangkis spesialis ganda campuran Indonesia akan pensiun awal tahun 2019 usai ajang Asian Games 2018 yang akan dihelat di Indonesia. Dia berencana pensiun karena usianya sudah menginjak 33 tahun.


"Awal tahun depan, setelah melewati Asian Games juga, saya berencana pensiun, karena sudah 33 tahun kan," kata Liliyana dilansir Antara, Minggu (25/2).

Liliyana berencana akan fokus terjun ke usaha usai pensiun dari olahraga yang membesarkan namanya baik di tingkat nasional dan internasional tersebut. "Selepas itu [pensiun] mungkin fokus bisnis," ungkapnya.

Bisnis yang akan difokuskan oleh pemain sarat prestasi tersebut adalah bisnis properti dan refleksi yang telah dirintis olehnya selama beberapa tahun ke belakang.

Untuk bisnis refleksi, Liliyana sudah membuka bisnis tersebut sejak 2016 di Gading Serpong, Tangerang, Banten dengan label Nine Family Reflexology dan berencana akan membuka cabang di Mal Green Pramuka Square.

"Pada dasarnya saya memang senang refleksi, dari dahulu jadi atlet kan sering dipijat. Jadi, saya tahu seperti apa pijatan yang enak dan membuat tubuh kita jadi segar," katanya.

Oleh karena itu, dia terjun langsung dalam memilih terapis. Rencananya dia akan membuka lagi cabang di Green Pramuka. "Sekarang saya lagi survei juga," ujar peraih emas Rio de Janeiro tersebut.

Adapun untuk bisnis properti, Liliyana memiliki minat setelah berkonsultasi dengan paman dan teman-temannya yang sudah berbisnis properti terlebih dahulu. Berbekal "sharing" pengalaman tersebut, ia akhirnya terjun pada tahun 2014 dengan membangun cluster perumahan kisaran harga Rp 500 juta hingga Rp600 juta sebanyak dua kompleks kecil dengan jumlah satu kompleks berkisar 14 sampai 15 rumah dengan ukuran tipe 48 untuk tanah 80 meter persegi.

"Dua kompleks tersebut ada di Bekasi, daerah Kranggan, satu namanya Bale Sampurna, satu lagi namanya Bale Jati Raden. Lokasinya di timur Jakarta karena harga tanah di sana masih murah dan daerahnya masih mudah diakses," ucap tandem main Tontowi Ahmad tersebut.

Saat ini, Liliyana sendiri tengah membangun proyek propertinya yang ketiga dengan lokasi yang sama-sama di Kota Bekasi, Jawa Barat (Jabar). Namun, dengan harga di atas proyek pertama dan kedua, yakni Rp 1 milyar.

Proyek yang rencananya akan diberi nama Royal Hankam ini, menurut Liliyana, memiliki harga lumayan tinggi karena aksesnya lebih mudah dari proyek sebelumnya, dengan berjarak 2 kilometer dari akses tol.

"Karena harganya tinggi, saat ini saya bangun rumah contoh dahulu agar pemesan bisa lebih yakin," ucapnya.

Ketika ditanya apa yang menjadi alasan dirinya terjun di dunia properti, sementara mantan pebulu tangkis lain memilih tidak lepas dari olahraga tepok bulu angsa, seperti menjadi pelatih atau pemilik gedung olahraga bulu tangkis, Liliyana menyebut dirinya tidak berpikiran untuk kedua alternatif tersebut.

"Kalau jadi pelatih saya belum tentu mampu meskipun dibilang orang saya pemain hebat, tapi ngelatih itu beda. Sementara untuk GOR, saya lihat agak kurang menjanjikan untuk balik modal cepat. Oleh karena itu, saya pilih properti ini sebagai tabungan masa depan saya," ucapnya.

Selain itu, Liliyana juga kini tengah menjajaki pembangunan proyeknya yang keempat dengan lokasi yang tidak jauh dari proyek pertama hingga ketiga dengan konsumen sasaran masyarakat menengah.

"Kalau tanah sudah `deal`, saya mau berjalan proyek keempat, maunya harganya di kisaran Rp375 juta hingga Rp400 juta," katanya.

Ia melanjutkan, "Saya inginnya di situ memang karena `kan masyarakat akan lebih mudah mengambil kredit perumahan rakyat (KPR)."

Namun, meskipun harganya di bawah proyek-proyek sebelumnya, dia inginnya pekerjaan rapih, bertanggung jawab, sesuai dengan spesifikasi karena bawa namanya.

"Saya juga inginnya terlibat dalam desainnya. Namun, belum mampu Mas. Mudah-mudahan terealisasi nanti," kata Liliyana.


Editor: Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
26-02-2018 10:03