Main Menu

Praveen/Melati Dinanti Pasangan Denmark di Perempat Final German Open

Iwan Sutiawan
09-03-2018 05:57

Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia Praveen Jordan (kanan)
dan Melati Daeva Oktavianti (kiri). (ANTARA/HUmas PBSI/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, akan menghadapi ganda campuran Denmark, Niclas Nohr/Sara Thygesen, dalam babak perempat final German Open 2018 BWF World Tour Super 300.


Praveen/Melati dilansir laman PBSI, badmintonindonesia.org, Kamis (8/3), melaju ke babak perempat final setelah mengalahkan pasangan Belanda, Jacco Arends/Selena Piek dengan skor 25-23, 14-21, 21-10 di Innogy Sporthalle, Mulheim an der Ruhr, Jerman. 

Pada set pertama, Praveen/Melati mendapat perlawanan sengit dari Jacco Arends/Selena Piek. Bahkan, Praveen sempat lima kali servisnya dinyatakan fault karena tidak sesuai ketentuan peraturan baru BWF. Lima kali gagal servis sempat berpengaruh pada permainan pasangan Indonesia itu. 

"Kami belum pernah bertemu, sudah sempat nonton video pertandingan, dan mereka menerapkan pola main yang berbeda. Jadi kami harus meraba lagi dari awal. Soal servis memang mengganggu, jadi saya konsennya lebih ke servis terus," ujar Praveen.

Sedangkan untuk game kedua, lanjut Praveen, pihaknya sudah bisa memegang kendali. "Tetapi ada satu poin yang kami menyia-nyiakan kesempatan dan tidak bisa meraih angka. Di kedudukan 11-9, itu kami terlalu santai," ungkapnya.

Sedangkan untuk game ketiga, Praveen/Melati tampil lebih rileks. Menurut Melati, karena jika tegang, maka permainan akan amburadul. "Kami mencoba fokus satu demi satu poin," katanya.

Sedangkan soal lawannya asal Belanda yang telah dihentikan dan pasangan Denmark yang sudah menanti, Melati merasa pemain Eropa bermain lebih bagus dari biasanya jika mereka bertanding di wilayah Eropa.

"Entah ini sugesti saya atau apa. Tetapi mungkin mereka merasa bermain sebagai tuan rumah, artinya masih di Eropa, dan sudah lebih bisa beradaptasi dengan suasananya. Jadi intinya, kami harus lebih waspada lagi," kata Melati.


Editor: Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
09-03-2018 05:57