Main Menu

Eng Masih Cari Satu Hingga Dua Kombinasi Ganda Putri

Iwan Sutiawan
09-03-2018 09:34

Salah satu pasangan ganda putri Indonesia. (Dok. PBSI/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Kepala Pelatih Ganda Putri PBSI, Eng Hian, masih mencari satu hingga dua kombinasi lagi demi mengokohkan skuad Indonesia untuk Piala Uber 2018 dan Asian Games 2018. Eng masih mencari 'ramuan' terbaik setelah menemukan kombinasi senior-junior Greysia Polii/Apriyani Rahayu dan Rizki Amelia Pradipta/Della Destiara Haris yang penampilannya kian membaik.


Dikutip dari laman PBSI, Jumat (9/3), Eng terus melakukan bongkar pasang untuk mendapatkan 'racikan' terbaiknya. Dia memisahkan pasangan Nitya Krishinda Maheswari/Yulfira Barkah dan Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani.

Eng menduetkan Nitya dengan Ketut. Sedangkan Anggia bersama Meirisa Cindy Sahputri. Sementara Yulfira akan berpasangan dengan Rosyita Eka Putri Sari yang baru akan kembali usai lama absen setelah cedera yang dialaminya di SEA Games 2017 kemarin.

"Sampai saat ini, saya melihat prestasi Anggia/Ketut belum konsisten, sedangkan mereka sudah cukup lama dipasangkan. Begitu juga Nitya/Yulfira yang progresnya stuck," ungkapnya.

Adapun target Eng untuk Nitya adalah bisa mendekati kualitas dan prestasi seperti pada waktu berpasangan dengan Greysia Polii. "Saya melihat Nitya dan Ketut bisa saling melengkapi dari segi kualitas individu dan kebutuhan sebagai partner di lapangan," ujarnya.

Sedangkan Yulfira yang merupakan pemain muda, Eng menilai masih membutuhkan jam terbang dan pengalaman agar bisa meningkatkan performanya. Dia juga harus mengasah kemampuannya agar bisa bersaing di level yang lebih tinggi.

Selanjutnya, Eng mengharapkan Rosyita dapat menyesuaikan diri dengan atmosfer pertandingan yang sudah lama tak dirasakannya dalam beberapa bulan terakhir setelah pemulihan cedera.

LYulfira masih butuh proses lagi, saya melihat tipe permainan Yulfira lebih cocok dengan Rosyita. Untuk Rosyita, masalah yang ada tinggal melepasakan trauma cedera saja, secara umum kondisi Rosyita sudah pulih," katanya.

Eng akan memberikan kesempatan kepada beberapa pasangan baru di atas untuk mengikuti beberapa turnamen untuk memantau perkembangannya. Mereka akan diberikan target tertentu dalam turnamen tersebut. "Tetapi khusus Nitya/Ketut, tuntutannya targetnya lebih tinggi dari pasangan yang lainnya."

Beberapa pasangan baru tersebut mempunyai kesempatan untuk tampil di Asian Games 2018 sebagai ganda kedua. Greysia/Apriyani menjadi kandidat terkuat untuk mengisi slot ganda pertama.

"Untuk ganda kedua di Asian Games, masih terbuka untuk siapapun dengan dasar prestasi terbaik. Soal Piala Uber, saya masih melihat dulu kebutuhan dan hasil dari tournamen sampai batas waktu entry by name," katanya.

Nitya/Ketut, Anggia/Cindy, dan Rosyita/Yulfira akan memulai debut mereka di turnamen Osaka International Challenge 2018 dan China Masters 2018 BWF World Tour Super 100.


Editor: Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
09-03-2018 09:34