Main Menu

Ini Pandangan Herry Soal Fajar/Rian ’’Runner Up’’ German Open

Iwan Sutiawan
13-03-2018 10:58

Pemain Ganda Putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. (Dok. PBSI/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Kepala Pelatih Ganda Putra PBSI, Herry Iman Pierngadi, menilai hasil Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto sebagai runner up German Open 2018 BWF Word Tour Super 300 bukan merupakan kegagalan.


"Fajar/Rian di German Open itu sudah bagus hasilnya, mereka kalah di final itu bagi saya bukan gagal," kata Herry dikutip dari laman PBSI, Selasa (13/3).

Herry di Birmingham, Jerman, menyampaikan, Fajar/Rian yang mengalami kekalahan keemat kalinya dari ganda Jepang, Takuto Inoue/Yuki Kaneko, awalnya bermain normal dan sesuai instruksi. Namun, ketentuan servis baru BWF memengaruhinya.

"Di awal mainnya normal, sudah benar, setelah servisnya dinyatakan fault sebanyak lima kali, konsentrasi Fajar agak terganggu. Dia jadi fokus ke servisnya, bola kedua ketiganya jadi agak kagok," ujar Herry. 
 
Menurut Herry, Fajar sempat menyampaikan kepadanya bahwa aturan itu sangat mengganggu. "Dia bilang, 'Iya memang jadi terganggu'. Sedangkan menurut saya, di pasangan ini playmaker-nya Fajar, dia lebih dominan untuk mengatur cara mainnya," ujarnya.
 
Selain itu, lanjut Herry, Fajar/Rian banyak melakukan kesalahan, terutama saat kedudukan di atas angka 16, sehingga ganda Jepang itu banyak mendapat poin gratis. 
 
Sedangkan soal empat kali pertemuan Fajar/Rian berlum pernah menang dari Inoue/Kaneko, Herry menilai kekuatan dua ganda ini hampir imbang di klas yang sama.
 
"Kedua pasangan ini sekelas, kekuatannya imbang. Kelebihan pasangan Jepang ini mainnya safe, sabar, jarang bikin kesalahan sendiri. Kalau mau dapat poin dari mereka, kita harus benar-benar 'membunuh'," ujarnya.
 
Herry melanjutkan, Fajar/Rian selama di German Open mainnya bagus, sesuai yang diharapkan. Namun di babak final, mungkin ada faktor tiga kali mengalami kekalahan dari ganda Jepang itu.

"Tetapi saya menilainya tidak begitu. Menurut saya, pola mainnya nggak jalan. Di pertemuan yang akan datang, saya sudah punya strategi baru untuk Fajar/Rian supaya mengalahkan Inoue/Kaneko," katanya. 

Sebelumnya, Fajar/Rian menyerah 2 game langsung dalam laga final yang berlangsung di Innogy Sportshalle, Jerman, dengan skor  16-21, 18-21.

Sementara ganda putra lainnya, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan yang baru saja berpasangan kembali, dikalahkan Fajar/Rian di babak semifinal. Pasangan Angga Pratama/Rian Agung Saputro terhenti di babak kedua. 


Editor: Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
13-03-2018 10:58