Main Menu

Tiga Wakil Indonesia Maju ke Perempat Final All England

Iwan Sutiawan
16-03-2018 10:42

Tiga wakil Indonesia yang lolos ke babak perempat final All England 2018 BWF World Tour Super 1000.(Dok.PBSI/re1)

Birmingham, Gatra.com - Tiga wakil Indonesia berhasil lolos ke babak perempat final All England 2018 BWF World Tour Super 1000 yang berlangsung di Arena Birmingham, Inggris, setelah berhasil mengalahkan lawan-lawannya di babak sebelumnya. 


Laman PBSI, Jumat (16/3), melansir, ketiga wakil Indonesia itu yakni pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Debby Susanto, ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, dan ganda campuran Hafiz Faisal/Gloria Emanuelle Widjaja.

Pasangan Praveen/Debby lolos ke perempat final setelah mengalahkan mengalahkan pasangan ganda campuran Inggris, Marcus Ellis/Lauren Smith, dengan skor 21-12 dan 21-17. 

Sedangkan pasangan ganda putra Kevin/Marcus menyusul Praveen/Debby usai menundukkan pasangan Malaysia, Ong Yew Sin/Teo Ee Yi, dengan skor 21-17, 20-22, 21-13. 

Adapun Hafiz/Gloria, secara mengejutkan mengalahkan seniornya, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, lewat pertarungan dramatis dengan skor 18-21, 21-15, 30-29. 

"Bangga sekali, seperti enggak percaya. Tadi saya dan Gloria meyakinkan diri kalau kami bisa satu demi satu poin, bukan berkecil hati, tapi kuatkan hati, kalau nothing to lose, lumayan hasilnya bagus," kata Hafiz.

Ungkapan senada disampaikan Gloria. "Puji Tuhan bisa menang dengan skor dramatis. Walaupun agak sayang di game ketiga kami sudah unggul jauh tapi kesusul, namun Puji Tuhan bisa kami lewati. Kuncinya komunikasi dan yakin sama partner," ujarnya.

Sementara itu, Tontowi/Liliyana menyayangkan hasil pertandingannya kali ini. Saat adu setting, beberapa kali kesalahan tak perlu dilakukan pasangan Juara All England 2012, 2013 dan 2014 ini. 

"Menurut saya fatal, bukan saya menyalahkan Tontowi, tetapi real-nya seperti itu, di mana tadi bola lawan amat sangat tanggung. Ibaratnya merem aja bisa mati. Jadi itu kesalahan yang fatal," kata Liliyana.

Liliyana juga mengaku sempat terganggu sehingga tidak bisa menutup laga. "Jadinya panjang lagi. Sekelas kami seharusnya tidak boleh membuat kesalahan seperti itu. Bukan saya bilang tidak boleh salah, tapi itu poin fatal dan itu harusnya kami menang," ujarnya.

Liliyana juga mengatakan, bahwa ia sudah mengantisipasi akan dapat perlawanan sengit dari Hafiz/Gloria yang merupakan juniornya di pelatnas. Namun melawan teman sendiri itu lebih sulit karena masing-masing sudah mengetahui saat latihan.

"Mungkin mereka lebih enjoy, rileks, lebih junior, rangking lebih di bawah. Pastinya kami lebih ada beban, tapi hari ini saya dari awal main enjoy tanpa beban. Dari awal saya tidak terlalu ekspektasi juara, yang penting saya maksimal tiap main," kata Liliyana. 

Selaian itu, Liliyana mengaku bahwa penampilannya bersama Tantowi kali ini tidak hoki. "Soal bola tanggung, saya juga inginnya masuk, feeling saya masuk, tapi kelihatannya out gimana?" ungkapnya.

Liliyana mengakui bahwa Hafiz/Gloria bermain bagus, rapi, dan tidak mudah dimatikan. "Di game kedua kami lengah, mainnya reli, kami baru menemukan permainan lagi di akhir-akhir," kata Tontowi, menimpali.

Di babak perempat final, Hafiz/Gloria akan bertemu dengan pasangan Tiongkok, Zhang Nan/Li Yinhui. Kedua pasangan tercatat belum pernah bertemu. Babak perempat final akan dimainkan hari ini mulai pukul 10.00 waktu Birmingham.

"Zhang/Li kalau ketemu Tontowi/Liliyana pasti kan sudah 'dipegang', kalau ketemu kami beda lagi. Pasti pasangan Tiongkok ini lebih percaya diri kalau berhadapan dengan kami. Harus lebih fokus, lebih maksimal dan perhatikan hal-hal kecil," kata Hafiz.


Editor: Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
16-03-2018 10:42