Main Menu

Herry: Permainan Kevin/Marcus di Final All England Bukan Pola Mereka

Iwan Sutiawan
19-03-2018 14:22

Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya dan Marcus Gideon. (Reuters/Peter Cziborra/FT02)

Birmingham, Gatra.com - Kepala Pelatih Ganda Putra PBSI, Herry Iman Pierngadi, menilai penampilan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon saat mengalahkan ganda Denmark di final All England 2018 BWF World Tour Super 1000, itu bukan pola permainan mereka.


"Sebetulnya Kevin/Marcus bermain terlalu slow, bukan polanya mereka, tapi namanya pertandingan kan banyak strategi. Mainnya kan tidak seperti biasa, no lob serang, tadi banyak defense," kata Herry dikutip dari laman PBSI, Senin (19/3).

Menurut Herry, permain Kevin/Marcus tidak cepat karena pasangan Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen, mengubah pola setelah mereka kalah cepat dari lawan.

Sedangkan soal ketentuan servis baru BWF, menurut Herry, pada babak ini sangat menguntungkan Marcus/Kevin karena pada game pertama servisnya banyak servis drive. "Kalau bahasanya anak-anak, servis nyolong, mencuri kesempatan," ujarnya. 

Kevin/Marcus tekadnya sangat kuat untuk tidak terkalahkan. "Kedua pemain ini komitmennya luar biasa dan tidak mau ngalah, tidak mau menyerah. Saya bilang mereka berdua ini fighter sekali," ujarnya. 

Selain itu, kerja keras, komitmen, dan saling percaya antara pemain dan pelatih atau kerja sama itu penting. "Secara teknis, kita diskusi terus, ngomong terus, karena ini penting," ujar Herry

Tekait dan spirit Kevin/Markus yang fight layak menjadi contoh bagi atlet-atlet bulu tangkis Indonesia, khususnya tim ganda putra. "Kalau mereka memang sudah terbukti mentalnya, luar biasa. Ini bawaan dari diri sendiri, saya sebagai pelatih cuma memotivasi mereka," ujarnya.

Herry juga tidak menampik jika Kevin/Marcus setelah menjadi juara All England pada 2017 lalu
percaya dirinya kian kuat karena kejuaraan turnamen bulu tangkis tertua di dunia ini adalah sangat bergengsi.

"All England memang menjadi salah satu ujian buat seorang pebulutangkis. Kalau dia sudah menjuarai All England, Kejuaraan Dunia, Olimpiade, level dan kepercayaan diri mereka pasti meningkat," ujarnya.

Sedangkan soal cedera yang dialami sebelum berangkat ke All England, menurut Herry, itu bisa disiasati Kevin/Marcus sehingga mereka tetap mempertahankan gelar juara, yakni dengan sedikit mengubah cara dan pola main.

"Sebenarnya Kevin itu belum 100%, sebelum tanding, dia warming up dengan tarik karet, untuk menjaga tangannya. Marcus juga ada masalah dengan tangannya. Dengan kondisi apapun, mereka bisa mengatasi," ujarnya. 


Editor: Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
19-03-2018 14:22