Main Menu

Kekayaan Kevin Sanjaya Semakin Bertambah

Wanto
09-04-2018 12:12

Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo (kedua kanan) dan Marcus Fernaldi Gideon (kanan) berfoto bersama dengan pasangan pebulu tangkis Denmark Mathias Boe (kiri) dan Carsten Mogensen (kedua kiri) di podium juara usai babak final kejuaraan All England 2018 BWF World Tour Super 1000 di Birmingham, Inggris, Minggu (18/3). Kevin dan Marcus berhasil pertahankan gelar sebagai juara All England tahun ini setelah menang dua game langsung dengan skor 21-18, 21-17. (ANTARA/Handout/RT)

Jakarta, Gatra.com - Pasangan ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon kembali mencatatkan sejarah di panggung bulutangkis dunia. Pasangan yang dijuluki, The Minions itu berhasil menjadi juara Turnamen All England 2018 yang digelar di Arena Birmingham, London, Inggris, (18/3) bulan lalu.

Raihan ini sekaligus menegaskan Kevin Sanjaya yang merupakan atlet PB Djarum, bersama Marcus Gideon, sebagai ganda putra terbaik dunia saat ini. Sebagai bentuk apresiasi kepada Kevin sebagai atlet PB Djarum yang berhasil menjadi kampiun di All England 2018, Djarum Foundation secara khusus menggelar acara pemberian penghargaan.
 
Bonus apresiasi sebesar Rp 200 juta diberikan Djarum Foundation kepada pemuda kelahiran Banyuwangi ini. Selain itu, bonus juga diberikan oleh Blibli.com yakni voucher senilai Rp 40 juta dan Tiket.com senilai Rp 10 juta, serta ditambah TV LED Polytron 55 inch. Dengan demikian, bonus yang diterima Kevin Sanjaya total mencapai lebih dari Rp 250 juta.
 
Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin mengatakan, Djarum Foundation senantiasa konsisten untuk memberikan penghargaan kepada atlet-atlet PB Djarum yang sudah berjuang mengharumkan nama bangsa dengan meraih prestasi tingkat dunia.
 
“Kami sangat bangga bisa kembali memberikan penghargaan kepada Kevin yang telah mencatatkan sejarah dengan menjuarai All England 2018. Konsistensi Kevin dalam meraih prestasi semoga bisa menjadi contoh dan pelecut semangat bagi para junior-juniornya dalam meraih hasil yang lebih baik lagi,” ungkap Yoppy dalam keterangan tertulisnya, Senin (9/4).
 
Di babak final All England 2018, Kevin/Marcus mampu menundukkan pasangan Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen. Kecerdikan dan determinasi yang ditunjukkan Kevin/Marcus selama pertandingan mampu memaksa Boe/Mogensen menyerah dalam dua set langsung 21-18 dan 21-17. Bendera Indonesia pun kembali berkibar di Arena Birmingham.
 
Catatan prestasi atlet jebolan Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis ini sejak berpasangan dengan Marcus Gideon memang gemilang. Ini merupakan kedua kalinya secara beruntun The Minions meraih gelar juara di All England yang kini bertitel BWF World Tour Super 1000.

Terhitung sejak meraih All England 2017, Kevin kini telah mengoleksi 10 gelar juara termasuk Superseries, BWF World Tour 500, dan BWF World Tour Super 1000. Lebih jauh lagi, Kevin bersama Marcus mencatat rekor tak terkalahkan dalam 19 kompetisi internasional.
 
Gelar juara All England dua kali beruntun ini menjadi torehan membanggakan hasil kerja keras Kevin selama kurang lebih 10 tahun menggeluti bulutangkis. Pada tahun 2006, di usia 11 tahun, Kevin mencoba masuk PB Djarum dengan mengikuti Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis, namun gagal. Tak menyerah, tahun berikutnya ia kembali mengikuti seleksi dan akhirnya berhasil masuk klub yang bermarkas di Kudus, Jawa Tengah ini.

Putra bungsu dari dua bersaudara pasangan Sugiarto Sukamuljo dan Winartin Niawati ini pun menyampaikan ungkapan syukur atas rentetan kesuksesan, terutama keberhasilannya mempertahankan gelar juara di All England 2018.

Menurutnya, torehan prestasi yang ia raih tidak terlepas dari dukungan dan kesempatan yang ia dapatkan selama menimba ilmu di PB Djarum. Bergabung dengan PB Djarum dianggapnya sebagai modal utama untuk menjadi pebulutangkis yang mampu meraih berbagai prestasi tingkat dunia.

“Mempertahankan gelar di ajang sebesar All England merupakan tanggungjawab besar, karena ini menyangkut nama dan harga diri bangsa Indonesia. Tentunya, keberhasilan saya ini tak lepas dari dukungan banyak pihak mulai dari pelatih dan juga tempaan mental dan ilmu yang saya dapat selama bergabung di PB Djarum sehingga bisa mendapat hasil yang terbaik,” ungkap Kevin.
 
Tidak hanya kepada Kevin Sanjaya, penghargaan juga diberikan kepada Kepala Pelatih Ganda Putra PBSI Herry Iman Pierngadi serta Asisten Pelatih Aryono Miranat, dengan nilai total untuk keduanya sebesar Rp 70 juta. Masing-masing mendapatkan apresiasi dari Blibli.com senilai Rp 20 juta dan Tiket.com senilai Rp 15 juta.
 
“Dengan apresiasi ini, diharapkan bisa melecut semangat pebulutangkis lainnya untuk berusaha menorehkan prestasi seperti yang diraih oleh Kevin. Karena kami percaya, usaha yang maksimal akan mendatangkan hasil yang optimal,” jelas Yoppy Rosimin.
 
Gelar yang dipersembahkan oleh Kevin bersama Marcus ini semakin melengkapi catatan kiprah para pemain PB Djarum yang menjadi juara di All England. Hingga kini, dari total 46 gelar juara di All England yang direbut Indonesia, 21 di antaranya disumbangkan oleh pemain-pemain besutan PB Djarum.

Para punggawa PB Djarum yang sukses juara di tunggal putra dengan raihan 6 gelar adalah Liem Swie King (1978, 1979, dan 1981), Ardy B. Wiranata (1991), dan Hariyanto Arbi (1993 serta 1994).

Lalu ditambah 5 gelar di ganda campuran lewat sabetan Christian Hadinata yang berpasangan dengan Imelda Wiguna (1979), Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (2012, 2013, dan 2014), serta Praveen Jordan/Debby Susanto (2016).

Berikutnya 10 gelar di ganda putra yang disumbangkan pasangan Christian Hadinata/Ade Chandra (1972 dan 1973), Kartono/Heryanto (1981 dan 1984), Eddy Hartono/Rudy Gunawan (1992), Rudy Gunawan/Bambang Suprianto (1994), Sigit Budiarto/Candra Wijaya (2003), Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (2014), serta Kevin/Marcus (2017 dan 2018).

Prestasi Kevin dan Marcus memang sedang moncer-moncernya. Kemenangan mereka di Arena Birmingham juga menjawab 22 tahun penantian adanya ganda putra Indonesia yang mampu menjuarai All England dua kali berturut-turut.

Terakhir kali pasangan Rexy Mainaky dan Ricky Subagja meraih All England beruntun pada tahun 1995 dan 1996. Secara keseluruhan, The Minions menjadi ganda putra Indonesia keempat yang mampu menorehkan juara beruntun di All England. Selain Kevin/Marcus dan Ricky/Rexy, sebelumnya ada Christian Hadinata/Ade Chandra (1972 dan 1973), serta Tjun-Tjun/Johan Wahjudi (1974, 1975, 1977, 1978, 1979, dan 1980).

Sejarah lain yang diukir Kevin dan Marcus adalah menjadi ganda putra pertama yang mampu menembus 100.000 poin. Selain keduanya, belum pernah ada ganda putra di dunia yang mampu menembus margin poin sebanyak itu. Menjadi juara All England 2018 menghantarkan raihan poin mereka kini sebesar 100.989 poin.


Reporter: Wanto
Editor: Iwan Sutiawan

Wanto
09-04-2018 12:12