Main Menu

Kembali ke Balikpapan, PB Djarum Harapkan Muncul Bibit-bibit Baru  

Wanto
13-04-2018 19:53

PB Djarum. (Ist/re1)

Balikpapan, Gatra.com - Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis kembali ke Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), sebagai kota penyelenggara audisi pencarian bakat para pebulutangkis muda.

GOR Hevindo bakal menjadi arena pertarungan bibit-bibit bertalenta dari berbagai daerah, dalam memperebutkan Super Tiket dan meraih kesempatan menjadi atlet PB Djarum. Audisi Umum ini dimulai pada Sabtu sampai Senin (14-16/4).
 
Gelaran Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis ini tercatat sebagai yang ketiga kalinya diselenggarakan di Balikpapan, setelah sebelumnya pada 2015 dan 2016. Tahun lalu, PB Djarum menggelar audisi di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. 

Manajer Tim PB Djarum, Fung Permadi, menyatakan, para pebulutangkis berpotensi bertebaran di berbagai kota di Pulau Kalimantan. "Pulau Kalimantan selalu menjadi perhatian bagi kami di PB Djarum. Di sini pun tidak pernah berkurang atlet-atlet bulutangkis baru," ujarnya.
 
"Praveen Jordan, yang berasal dari Bontang, Kaltim, merupakan satu di antara para pebulutangkis PB Djarum yang telah menorehkan berbagai prestasi, baik di tingkat nasional maupun mancanegara. Tentunya kami berharap dari audisi umum di Balikpapan ini dapat muncul atlet-atlet muda yang dapat mengharumkan nama bangsa di kancah dunia," kata Fung, menambahkan.
 
Sekadar catatan, empat pebulutangkis muda asal Kalimantan Timur penghuni Asrama PB Djarum yang telah menorehkan berbagai prestasi, yakni Muhammad Aldo Apriyandi (lahir di Balikpapan pada 2001), Sheila Dinda Kurniawan (Balikpapan, 2002), Aldi Alfijar Rachman (Balikpapan, 2002), serta Priskila Venus Elsadai (Balikpapan, 2005).
 
Sebelumnya, pada tahun 2015, di Balikpapan tercatat sebanyak 152 peserta mengikuti Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis. Setahun kemudian, jumlah peserta meningkat menjadi 238 peserta. Ketua Tim Pencari Bakat PB Djarum Christian Hadinata menyatakan, mengacu pada Audisi Umum di dua tahun tersebut, Balikpapan mampu menunjukkan semangat dan antusiasme yang luar biasa terhadap bulutangkis. Jumlah peserta terus bertambah dan dukungan dari para orangtua serta pelatih, menghiasi perjalanan Audisi Umum.
 
"Kami menilai Balikpapan sebagai kota penghubung di antara beberapa kota di berbagai provinsi. Diharapkan para peserta dapat lebih mudah untuk datang dan mengikuti Audisi Umum. Tentunya tidak hanya dari kota-kota besar di Kaltim saja, namun terbuka peluang bagi para pebulutangkis muda dari provinsi lain untuk dapat melanjutkan prestasi bulutangkis Indonesia di masa mendatang," ujar Christian.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, menyatakan, rangkaian Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis ini juga merupakan salah satu upaya PB Djarum untuk memastikan bahwa Indonesia memiliki stok atlet-atlet terbaik yang berprestasi di berbagai sektor.

"Pada tahun lalu kami memiliki atlet-atlet junior yang berhasil menjadi juar di berbagai turnamen internasional. Tapi itu belum cukup, karena perjuangan di tingkat senior bakal lebih berat lagi," katanya.

Melalui Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018, lanjut Yoppy, diharapkan bakal muncul bibit-bibit pebulutangkis muda yang punya semangat dan daya juang menjadi seorang juara. "Kita perlu mengejar banyak ketertinggalan dari negara-negara lain," tegasnya.

Hingga H-1, sebanyak 403 peserta melakukan registrasi online untuk mengikuti Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 di Balikpapan. Pada Jumat (13/4) siang sekitar pukul 14:00 WITA, tercatat lebih dari 225 peserta yang telah mengikuti registrasi ulang, guna bertarung di tiga hari gelaran Audisi Umum. Para peserta tersebut diperkirakan bakal bertambah sampai dengan penutupan registrasi ulang pada malam hari.

PB Djarum menggelar Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis di delapan kota, yakni Pekanbaru, Balikpapan, Manado, Cirebon, Solo, Purwokerto, Surabaya, dan Kudus. Para atlet yang berhasil lolos dari tahap Audisi Umum di kota-kota tersebut akan melaju ke babak Final Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis, di GOR Djarum, Jati, Kudus, pada 7-9 September 2018.

Di tahap final ini mereka akan kembali berkompetisi dengan para atlet dari kota-kota lainnya, lalu menjalani tahap karantina di Asrama PB Djarum, Kudus selama kurang lebih satu minggu, sebelum akhirnya diumumkan siapa saja yang resmi diterima menjadi atlet PB Djarum.
 
Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 dapat diikuti oleh atlet putra dan putri berkewarganegaraan Indonesia dengan kategori U11 (berusia 6-10), U13 (untuk peserta dengan umur 11-12 tahun), dan U15 (untuk peserta dengan umur 13-14 tahun). Audisi akan dilakukan dalam bentuk kompetisi dengan sistem gugur.

Pendaftaran dapat dilakukan secara online melalui laman www.pbdjarum.org atau dengan mendaftarkan diri secara langsung sehari sebelum pelaksanaan Audisi Umum di GOR setiap kota audisi. Peserta diwajibkan melakukan daftar ulang satu hari sebelum tahap seleksi (H-1) sesuai kota audisi pilihannya.


Reporter: Wanto
Editor: Iwan Sutiawan

Wanto
13-04-2018 19:53