Main Menu

Tontowi/Liliyana Raih Posisi Runner Up di Singapore Open 2018

Arif Prasetyo
22-07-2018 20:26

Ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad (belakang) dan Liliyana Natsir (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/yus4)

Singapore, Gatra.com - Pasangan ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir harus puas meraih posisi runner up di kejuaraan Singapore Open 2018 HSBC BWF World Tour Super 500. Pada laga partai puncak, Ahad (22/7) ini, Tontowi/Liliyana ditaklukan oleh pasangan Malaysia Goh Soon Huat/Shevon Jemie Lai dalam pertarungan dua game langsung.

 

Berlaga di Singapore Indoor Stadium. Penampilan Tontowi/Liliyana tidak seperti biasanya. Meski mampu mengendalikan permainan tapi dewi portuna belum memihak kepada pasangan Indonesia di laga tadi. Pasalnya Tontowi/Liliyana kalah dua game langsung dengan skor ketat.

Di game pertama, Tontowi/Liliyana takluk dengan skor tipis 19-21 dan 18-21 di game keduanya tepat di menit ke 36. Bagi Tontowi/Liliyana ini kekalahan pertama mereka dari pasangan Malaysia itu. Diakui Liliyana, meski penampilan hari ini cukup baik tapi fokus di lapangannya kurang di jaga.

“Hasil ini menjadi bahan koreksi buat kita. Saya pribadi juga sudah bersyukur bisa sampai final. Tapi tetap namanya sudah di final, kita pastinya berusaha ingin menang juga. Memang tinggal sedikit lagi, kita tadi bisa menang hanya fokusnya aja. Mungkin ini faktor kelelahan, karena minggu lalu ikut di Indonesia Open dan persiapan hanya seminggu kurang,” sahut Liliyana.

“Memang si Goh-nya mainnya meng-cover banget dan setahu saya dia dulu pemain tunggal dan si Lai paling hanya mencari-cari posisi aja yang banyak bermain si Goh-nya,” jelas Liliyana.

“Di permainan tadi kita bermain di beberapa poin, memperlambatkan tempo permainan harusnya kita main cepat. Harus juga kita bisa mengimbangi permainan lawan tadi. Kita juga gampang mati sendiri,” tambahnya Tontowi.

“Dengan hasil ini saya tetap bersyukur bisa sampai final dan menatap ke depannya kita prepar untuk Asian Games, karena juara menjadi nomor satu bagi kita saat ini. Hasil ini menjadi pelajaran buat kita, untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan dan kekurangan hari ini,” tutup Liliyana.


Editor: Arief Prasetyo

Arif Prasetyo
22-07-2018 20:26