Main Menu

Anthony Ginting Jawara di Cina Terbuka 2018

Arif Prasetyo
23-09-2018 13:41

Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting.(ANTARA FOTO/HO/Humas PBSI/re1)

Jakarta, Gatra.com - Anthony Ginting sukses menuntaskan misinya dengan mampu menjuarai kejuaraan bulu tangkis Cina Terbuka 2018 dengan mengalahkan Kento Momota di Olympic Sports Center Xincheng Gymnasium, Changzhou, Cina, Ahad (23/9).

 

Seperti dilansir Antara, pemain berusia 21 tahun ini mampu memenangkan pertandingan dengan dua gim langsung, 23-21 dan 21-19 melalui pertarungan sengit. Hasil ini adalah gelar individual kedua bagi Ginting setelah sebelumnya menjadi juara Indonesia Master.

Tunggal putra andalan Indonesia yang mengejar gelar pertama untuk level 1.000 ini memang cukup percaya diri sejak gim pertama. Meski sempat tertinggal, pemain kelahiran Cimahi, Jawa Barat terlihat tetap tenang meski sang lawan juga tidak segan memberikan serangan yang mematikan.

Drama terjadi saat kedudukan 20-20. Kedua pemain menunjukkan kelasnya dan Momota mampu unggul duluan. Namun, Ginting mampu menyamakan kedudukan menjadi 21-21 dan berikutnya unggul 22-21. Pada poin krusial permainan cepat dilakukan dan cukup mendebarkan. Akhirnya pemain 21 tahun ini mampu mengakhiri gim pertama dengan pukulan tipuan menjadi 23-21.

Memasuki gim kedua, persaingan langsung sengit. Momota juga langsung menekan bahkan unggul jauh 8-5. Keunggulan ini didapat karena Ginting banyak melakukan kesalahan dan menguntungkan pemain asal Jepang itu. Pada interval pertama, unggulan ketiga Cina Terbuka itu memimpin 11-8.

Meski tertinggal, pemain berusia 21 tahun ini tetap tenang. Dengan pukulan keras dan terarah serta adu netting poin demi poin mampu diraih. Momota juga tidak tinggal diam karena mampu unggul terlebih dahulu menjadi 17-16. Namun, Ginting juga terus membuat kejutan dengan menyusul dan bahkan mampu unggul 18-17. Poin pun sempat sama kuat 18-18 dan berlanjut menjadi 19-19. Kondisi ini membuat tegang pelatih maupun penonton.

Melalui tekanan yang keras, Ginting mampu unggul 20-19. Pada poin penentuan, anak asuh Hendri Saputra mampu bermain lebih tenang dan akhirnya smes yang tidak begitu keras mampu menjadi penentu kemenangan dengan skor 21-19.

Dengan kemenangan ini, Ginting bisa dikatakan sebagai pemain super karena untuk menjadi juara harus mengalahkan empat juara dunia mulai dari Lin Dan, Victor Axelsen, Chen Long dan yang terakhir Kento Momota.


Arief Prasetyo

Arif Prasetyo
23-09-2018 13:41