Main Menu

Aspac Singkirkan Stadium

Edward Luhukay
18-05-2016 10:10

Jakarta, GATRAnews - Pertemuan kedua antara M88 Aspac Jakarta melawan Stadium Happy 8 Jakarta di putaran pertama gelaran playoff Indonesian Basketball League (IBL) 2016 berlangsung ketat. Aspac yang telah lebih dulu unggul 1-0 dalam the best of three series berhasil memastikan tempat di semifinal setelah berhasil menang dengan skor tipis 65-64 di Britama Arena, Mahaka Square, Jakarta, Selasa (17/5) .
 

Ferdinand Damanik menjadi faktor kemenangan Aspac dengan torehan 15 poin dan 8 rebound, disusul oleh Andakara Prastawa Dhyaksa dan Handri Santosa yang masing-masing mengoleksi 10 poin. Di kubu Stadium, Valentino Wuwungan menorehkan double-double dengan 17 poin dan 14 rebound. Raymond Shariputra juga bermain solid dengan memberikan kontribusi 11 poin.
 
Situs iblindonesia.com melaporkan, sejak awal kuarter pertama laga telah berjalan alot. Kedua tim tidak henti-hentinya melakukan serangan. Namun serangan mereka masih gagal mencetak angka. Raymond Shariputra baru memecah kebuntuan tersebut lewat free throws. Satu angka untuk Stadium tercipta setelah lebih dari dua menit laga berjalan.
 
Pringgo Regowo membantu perolehan angka Stadium dengan mencetak tujuh poin di kuarter pertama. Kebanyakan tembakan ia sumbangkan dari area di bawah ring. Aspac segera memberikan jawabannya. Mereka tampak membangun serangan lewat tangan Oki Wira Sanjaya yang berkali-kali melontarkan tembakan, baik dua maupun tiga angka. Sayangnya, ia hanya berhasil menyumbangkan lima poin. Aspac tertinggal 18-13 dari Stadium.
 
Aspac meningkatkan performanya di kuarter kedua. Ferdinand Damanik mengumpulkan delapan angka, sementara rekan-rekannya yang lain seperti Andakara Prastawa dan Fandi Andika Ramadhani mulai menambah keagresifan mereka. Aspac berhasil mencetak total 20 poin di kuarter ini. Tim asuhan Jugianto Kuntardjo itu membalik kedudukan 33-31 untuk keunggulan tipis mereka.
 
Kuarter ketiga kembali menjadi milik Stadium. Mereka meninggalkan Aspac 49-45 lewat serangan-serangan di bawah ring. Kendati begitu, satu menit terakhir betul-betul milik Aspac. Tembakan tiga angka Andakara Prastawa Dhyaksa dan Fandi Andika Ramadhani memaksa kepala pelatih Stadium, Andre Yuwadi, mengambil time out demi menghentikan momentum lawan.
 
Dengan sengitnya perolehan angka di sepanjang pertandingan, kuarter keempat benar-benar menjadi penentuan. Tiga menit pertama, kedua tim menyuguhkan skor ketat. Lagi-lagi Aspac menyusul 54-52. Aspac terus menyerang sementara Stadium rajin bertahan. Namun, Stadium berhasil mengatasi ketinggalan dengan menyamakan kedudukan 64-64 di sisa dua menit terakhir.
 
Sepuluh detik terakhir menjadi penentu. Prastawa yang memperoleh passing dari rekannya dinyatakan oleh wasit melakukan traveling. Bola berpindah tangan kepada Stadium. Mereka memiliki waktu tujuh detik untuk membalikkan kedudukan. Sayang, Abraham Damar Grahita gagal mengeksekusi tembakan di detik-detik akhir. Stadium harus mengakui keunggulan Aspac 65-64 dan tereliminasi di babak pertama playoffs dengan kedudukan 0-2.



Editor: Edward Luhukay

Edward Luhukay
18-05-2016 10:10