Main Menu

Timnas Ju-Jitsu Indonesia Raih 6 Emas di Tokyo

G.A Guritno
30-07-2018 12:30

Timnas Ju-Jitsu Indonesia di Kejuaraan Dunia Bu Dhabi Grand Slam di Tokyo, Jepang. (Ist/FT02)

Tokyo, Gatra.com – Semangat tanding yang besar diperlihatkan oleh para atlet Tim Nasional (Timnas) Ju-Jitsu Indonesia. Mereka berhasil memperoleh 10 medali dalam Kejuaran Dunia Abu Dhabi Grand Slam yang berlangsung di Tokyo, Jepang, pada Minggu, 29 Juli 2018.

 

Total medali yang didulang, terdiri dari 6 emas, 2 perak dan 2 perunggu. Menurut Ketua Umum Pengurus Besar Ju-Jitsu Indonesia (PBJI) Laksda TNI (Purn.) Dr. Desi Albert Mamahit, M.Sc Kejuaran Dunia Abu Dhabi Grand Slam di Tokyo tersebut memang menjadi salah satu dari rangkaian pemanasan menjelang Asian Games 2018 yang akan berlangsung dua pekan lagi.

Pencapaian yang diraih para Ju-Jitsu San tersebut, menurut Desi tidak bisa lepas dari restu Tuhan Allah dan tentunya semangat tempur para atlet, peningkatan naluri menang, dampak dari program yang disusun pengurus PBJI dan tentunya dukungan dari Pemerintah dan KONI. Begitu embrio kepengurusan terbentuk pada 2015 lalu, PBJI langsung melakukan konsolidasi, memperkuat manajemen kepengurusan di tiap provinsi selama tahun 2016.

Setelah kepengurusan dengan manajemen yang baik terbentuk, kemudian PBJI membuat program awal dengan rutin menggelar Kejurda dan berusaha untuk resmi menjadi anggota KONI dan KOI, serta menjadi bagian dari persatuan dan federasi Ju-Jitsu internasional, yakni: JJAU dan JJIF. Itu semua berlangsung pada tahun 2017.

Dengan modal itu, tambah Desi, maka atlet-atlet Ju-Jitsu bisa secara resmi dan dapat diakui secara formal untuk mewakili ‘’Merah Putih’’ dalam kompetisi yang digelar di level nasional, regional dan internasional. ‘’Kompetisi tersebut selain untuk mengasah kemampuan, meningkatkan jam terbang, dan juga untuk mengukur peta kekuatan lawan-lawan kita,’’ katanya kepada Gatra.

Dalam berbagai ajang internasional yang diikuti sejumlah medali, baik emas, perak dan perunggu sudah pernah diraih. ‘’Prestasi yang diraih oleh atlet-atlet Ju-Jitsu di Tokyo diharapkan bisa menjadi modal berharga untuk menghadapi ajang Asian Games 2018,’’ katanya.

Menurut Desi perjalanan para atlet Ju-Jitsu masih panjang dan sejumlah ajang kompetisi sebagai pembuktian sudah menanti di depan mata. Setelah Asian Games, katanya, akan ada Sea Games 2018, PON 2020 di Papua, dan kesempatan emas untuk menunjukkan kemampuan dalam Olimpiade 2020 di Tokyo.

Editor: G.A. Guritno

G.A Guritno
30-07-2018 12:30