Main Menu

Ini yang Buat Venue Jetski Indonesia Terbagus se-Dunia

Hendry Roris P. Sianturi
11-08-2018 00:19

Venue Jetski di Pantai Ancol (ANTARA FOTO/Septianda Perdana/yus4)

Artikel Terkait

Jakarta, Gatra.com – Jetski identik dengan cabang olahraga berkantong tebal. Maklum, peralatannya saja seharga ratusan juta rupiah. Namun, atlet Indonesia cabor Jetski sudah mengharumkan nama bangsa di tingkat dunia.


Dua atlet kelas dunia itu Aero Sutan Aswar dan Aqsa Sutan Aswar. Dua saudara kandung tersebut sudah membuktikan kiprahnya di ajang kejuaraan dunia yang digelar di Amerika Serikat.

Tak berlebihan Indonesia dalam Asian Games 2018 ini cabor Jetski ditargetkan untuk menyumbang medali emas.

Sebagai tuan rumah, Indonesia membangun venue Jetski baru di kawasan Pantai Ancol, Jakarta Utara. Bangunan venue tampak wah seperti layaknya balapan Formula-1 atau MotoGP. Venue (gelanggang) baru untuk balapan Jetski dilengkapi Paddock permanen. Luas masing-masing Paddock Jetski berkisar 30 meter persegi sampai 50 meter persegi dengan tinggi ruangan mencapai 4 meter.

Total Paddock yang dimiliki gelanggang Jetski sebanyak 14 ruangan. Luas keseluruhan gedung paddock mencapai 900 m2. Indonesia Jetsport Boating Association (IJBA), organisasi yang menaungi olahraga Jetski di Indonesia mengklaim, hanya Indonesia yang memiliki paddock Jetski permanen.

Setiap Paddock dilengkapi dengan layar televisi untuk menyaksikan balapan, pendingin ruangan, kompresor angin, wastafel dan toilet. Tak ketinggalan lemari pendingin (softcase) untuk menyimpan minuman peserta lomba di Paddcok.

“Sama ada juga pengeras suara untuk mendengarkan pengumuman. Kayak F1-lah,” ujar Sekretaris Jenderal IJBA, Rinaldi Duyo kepada Gatra, di kawasan Ancol, (02/08).

Biasanya setiap kompetisi di luar negeri, para atlet Jetski dan mekanik mengotak-atik mesin atau bongkar pasang Jetski di paddock berupa tenda. Tak jarang, mekanik maupun pembalap sering kesulitan membuang hajat karena tidak ada fasilitas toilet. “Biasanya keluhan mekanik dan atlet itu toilet karena jauh. Berbeda yang kita punya, ada toiletnya,” katanya.

Persis di depan paddock, dibangun juga ramp, yang didesain sebagai lokasi naik turunnya mesin Jetski ke laut untuk perlombaan. Sehingga, Jetski tidak naik turun di atas pasir. “Jadi ketika pembalap sudah siap di paddock untuk bertanding, tinggal turun saja ke laut karena dekat paddock,” jelasnya.

Gelanggang Jetski juga dilengkapi ramp medical yang berada di sisi timur venue. Fungsinya untuk keluar masuk atlet Jetski yang mengalami kecelakaan. Di atas ramp, ketika perlombaan berlangsung, panitia akan menyediakan mobil ambulans. “Kalau ada kecelakaan, langsung keluar dia (ambulans),” katanya.

Ada dua gedung di kawasan venue Jetski, gedung paddock dan gedung utama. Gedung paddock memang dirancang terpisah dengan gedung utama karena ruang paddock bersifat khusus. “Memang area yang lebih khusus. Tidak semua Panpel (Panitian Pelaksana) bisa masuk ke situ. Hanya orang tertentu, atlet, pelatih, official,” ujarnya.

“Nah, inilah keunggulan-keunggulan venue kita,” timpalnya.

Keunggulan lainnya, venue Jetski dilengkapi tribune penonton berkapasitas hampir mencapai 1.000 orang. Terdiri dari tribune barat, tribune timur dan ruang penonton very very important person (VVIP). Tribune penonton ini terletak di lantai dua gedung utama.

Dengan ketinggian lebih dari lima meter, penonton dapat menyaksikan setiap perlombaan Jetski dengan jarak pandang 3 km. Kalaupun ingin melihat momen-momen penting dan detil, penonton bisa membawa teleskop atau teropong.

Rinaldi mengungkapkan, garis finish lintasan lomba berada persis di pinggir pantai. Posisinya, horisontal atau sejajar dengan tribun penonton. “Finishnya pas di sini, ngarahnya dari kiri ke kanan. Jadi penonton melihat benar siapa yang menang,” katanya.

Total luas kawasan venue Jetski sendiri hampir dua hektar dengan luas bangunan 1.700 meter persegi. Kapasitas atlet yang bertanding, kata Rinaldi, tidak terbatas. “Cuma, maksimal sekali start bisa 10 orang kiri, 10 orang kanan. Jadi 20 orang maksimal. Kalau pesertanya ratusan, bisa berapa kali,” katanya.

Lokasi gelanggang Jetski, berada di samping Stasiun Kereta Gondola Ancol dan dilintasi kereta gantung. Posisinya juga berada di belakang Hotel Mercure dan Copacabana Spa & Fitness Center. “Jadi kalau atlet menginap di Mercure, tinggal jalan kaki ke sini,” katanya.

Venue Jetski terlengkap dan terbesar di dunia ini, akan digunakan sebagai lokasi perlombaan cabang olahraga Asian Games 2018. Prediksi Rinaldi, penonton perlombaan Jetski akan membludak. “Ini menguntungkan masyarakat Indonesia, karena balapan Jetski kelas dunia akan ada di Jakarta. Oleh karena itu, saya optimis, antusias masyarakat datang untuk nonton pasti tinggi,” katanya.

Keistimewaan lainnya adalah penggunaan cat warna gedung dan tiang-tiang penyangga, yakni menggunakan paduan biru dan abu-abu. Rinaldi mengatakan, pilihan warna tersebut dipilih agar membuat penonton dan pengunjung nyaman.

Wajar, kata Rinaldi, venue Jetski Indonesia menjadi kawasan lomba Jetski terbesar dan terlengkap di dunia. “Kita sudah tanding di mana-mana, ikut kejuaran di luar negeri, tidak ada venue yang sebesar dan selengkap ini. Yang memberikan semua fasiltias,” tambah Rinaldi.

Menurut Rinaldi, venue Jetski Indonesia sudah berstandar Internasional dan mendapat pujian dari International Jet Sports & Boating Association (IJSBA). “Dari IJSBA sudah mengatakan ini terbesar dan terlengkap,” ujarnya.

Presiden RI Joko Widodo pun sudah meresmikan venue Jetski Ancol ini pada tanggal 6 Agustus lalu. Setelah berkeliling venue Jetski dan mendapat informasi, Jokowi menilai venue Jetski Indonesi terbaik di dunia. “Dibandingkan negara manapun, kita terbaik,” kata Jokowi.

Dari Lahan Kosong Menjadi Termegah

Jika menilik awal mulanya, venue Jetski hanya berupa lahan kosong milik Pemda DKI Jakarta. Lalu Kementerian PUPR lewat perusahaan BUMN Nindya membangun venue di atas dermaga. “Yang jelas bukan lahan daratan. Ini bentuknya dermaga. Di bawah ini, air laut. Ada tatakan pasir, jadilah pantai buatan,” katanya.

Sejak Januari 2018, pemerintah mulai menggarap venue. Pembangunan venue menelan anggaran Rp 172,574 milyar. Tahap awal, kontraktor membersihkan lahan area, kemudian membangun tiang pancang dan melakukan tahapan cor untuk membangun dermaga. “Begitu sudah kering dan sudah siap, baru dibangun gedung. Total cuma tujuh bulan,” katanya.

Atlet IJBA sebenarnya sudah biasa latihan dan melakukan pembinaan di lokasi tersebut sejak tahun 1994. Tentu, kondisi ini menguntungkan atlet Indonesia di Asian Games nanti. Karena para atlet sudah terbiasa dengan suasana angin dan ombak di venue Jetski. “Kita bersyukur karena kita bisa memiliki venue di tempat yang jadi tempat latihan kita dari dulu,” katanya.

Bagi IJBA, pemerintah peduli terhadap perkembangan olahraga Jetski nasional. Meskipun Jetski cabor “anak bawang” dan baru pertama kali dilombakan di Asian Games, tetapi Jetski sudah memiliki venue terbesar dan terlengkap.

Rinaldi juga sempat menceritakan, masuknya Cabor Jetski di Asian Games, karena keberhasilan pemerintah Indonesia melobi Dewan Olimpiade Asia (The Olympic Council of Asia/ OCA) dan negara-negara peserta.

Indonesia ngotot Jetski masuk, karena cabor ini berpotensi menyumbang banyak medali emas. Jetski memang menjadi satu dari 10 cabang olahraga yang baru dalam Asian Games 2018. Adapun sembilan cabor lainnya adalah, Rollersports, Bridge, Basket 3x3, Jiu Jitsu, Pencak Silat, Kurash, Paralayang, Panjat Tebing dan Sambo.

“Maka kita berjuang bersama-sama ke OCA. Setelah diskusi panjang, beberapa negara mendukung karena mereka akan mengirim kontingen juga. Maka masuklah Jetski ke Asian Games. Kemudian negara-negara sudah mulai daftar. Untuk mengimbangi ini, kita bikin venue standar internasional,” katanya.

Pada Asian Games nanti, pembatas lintasan akan menggunakan balon-balon yang diletakan di laut. Panjang lintasan lomba tergantung nomor yang diperlombakan. Di Asian Games 2018, Jetski melombakan 4 nomor, yakni run about limited, run about 1.100, open ski, dan run about endurance. “Panjang lintasan endurance 3 km ke sana, jadi 6 km satu kali putaran. Yang lain antara 2,5 km – 3 km,” katanya.

Hanya saja ketika GATRA berkunjung ke venue Jetski, tampak masih ada pondasi-pondasi batu mangkrak di pinggir pantai sekitar venue. “Itu dulu mau dibuat bangunan apa tapi nggak boleh. Mungkin karena Amdal-nya,” ujar mantan Humas Komite Olimpiade Indonesia ini.

Belum lagi, permasalahan kebersihan laut yang masih belum terselesaikan. Pengamatan GATRA, masih banyak sampah teronggok di pinggir pantai lokasi perlombaan Jetski. “Kita kan ada petugas kebersihan. Kita tidak ingin, kita ngundang orang balapan, terus di sini jorok. Ini kan pasti ada wartawan asing juga yang datang,” katanya.


Reporter: Hendry Roris Sianturi
Editor: Arief Prasetyo

Hendry Roris P. Sianturi
11-08-2018 00:19