Main Menu

Kimiko Date: Osaka Calon Petenis Nomor Satu Dunia Pertama di Jepang

Arif Prasetyo
10-09-2018 13:26

Kimiko Date.(Reuters/re1)

Jakarta, Gatra.com - Setelah menyandang juara Grand Slam AS Terbuka 2018, Naomi Osaka bisa menjadi petenis nomor satu dunia pertama di Jepang, demikian mantan tenis Jepang Kimiko Date memprediksi.

 

Meskipun saat kejayaan Osaka dibayangi oleh sang idolanya Serena Williams yang dikalahkan 6-2, 6-4, namun pemain berusia 20 tahun itu menunjukkan bahwa dia memiliki permainan, dan grit, untuk menjadi pemenang, menurut Date.

"Untuk bermain seperti itu di final Grand Slam pertamanya sangat luar biasa," kata Date kepada AFP Sports, Senin (10/9).

"Untuk menjaga ketenangan Anda seperti itu, terlihat dari saat Anda melangkah ke lapangan ke titik terakhir, tidak mudah," tambah mantan nomor empat dunia, yang mencapai semifinal Wimbledon pada 1996.

"Jika dia terus mengembangkan cara selama dua minggu terakhir dan tetap termotivasi, maka dia bisa terus menjadi nomor satu dunia pertama di Jepang."

Osaka, diperkirakan akan naik peringkatnya dari 19 menjadi tujuh setelah menjadi pahlawan bagi negaranya, masih terguncang setelah musim panas topan mematikan dan gempa bumi.

Pemain Jepang pertama merebut gelar tunggal Grand Slam, Osaka memenangkan turnamen WTA pertamanya di Indian Wells pada Maret ketika presentasi trofi nya menjadi viral - "Ini mungkin akan menjadi pidato penerimaan terburuk sepanjang masa," kata Osaka tersipu.

Osaka, yang keturunan Haiti-Jepang dan dibesarkan di Amerika Serikat, menjawab pertanyaan dari media Jepang dalam bahasa Inggris dengan sentuhan Karibia yang halus, sering meminta maaf karena bahasa Jepangnya yang belum sempurna.

Tapi dia telah menempatkan tenis Jepang di atas peta dengan kemenangan mengejutkan atas Williams, yang mengejar mahkota tunggal Grand Slam yang mencatat rekor ke-24.

"Osaka mengambil alih permainan tenis wanita dengan kekuatannya sendiri," kata Date, yang pensiun tahun lalu pada usia 46 tahun.

"Sampai saat ini hanya Li Na yang memiliki fisik untuk dapat mengatasi kekuatan semacam itu."

"Anda bisa tahu Serena selalu waspada terhadap kekuatan Osaka," tambah Date.

Pesan ucapan selamat membanjiri Osaka, termasuk tweet dari Kei Nishikori, yang menjadi pemain putra Jepang pertama yang mencapai final Grand Slam di AS Terbuka 2014.

Setelah meraup uang hadiah US$3.8 juta, pendapatan Osaka akan meningkat 10 kali lipat selama beberapa tahun mendatang dari US$1,5 juta menjadi lebih dari $15 juta, menurut Forbes.


Arief Prasetyo

Arif Prasetyo
10-09-2018 13:26