Main Menu

Akselerasi Jadi Masalah Utama Honda di MotoGP

Wanto
10-05-2016 09:09

Le Mans, GATRAnews - Akselerasi RC213 yang kurang mumpuni diklaim oleh Marc Márquez sebagai dalang kegagalan dirinya meraih podium pada seri MotoGP Prancis, Minggu (8/5). Pada awal balapan, sebenarnya Márquez start dari posisi kedua, sayang hal tersebut tidak berlangsung lama. Pasalnya, pembalap asal Repsol Honda itu langsung melorot ke posisi enam. Márquez yang tidak mau kalah, sebenarnya sempat merangsang naik keposisi ketiga, hal itu didukung oleh jatuhnya pembalap Ducati, Andrea Iannone. Momen ini tidak disia-siakan oleh Márquez untuk merangsek naik.

Selanjutnya ia terlibat pertarungan sengit dengan Andrea Dovizioso dan Valetino Rossi, untuk merebutkan posisi kedua. Sayang momen ini tidak berlangsung lama lantaran terjatuh. Hal itu menurutnya terjadi lantaran akselerasi motor Honda kalah dengan Ducati dan Yamaha.

"Tapi tiba-tiba di Tikungan 5, saya masuk dan kehilangan (kendali) ban depan. Jelas mengecewakan, tapi hal seperti ini terjadi jika Anda kehilangan akselerasi," ujarnya.

"Anda harus menebusnya di titik pengereman, dan menjalani kondisi itu selama 28 lap membuat Anda mudah melakukan kesalahan. Karena di titik pengereman tidak ada kendali, hanya pada jari (yang menekan rem) dan feeling motor," sambungnya.

Akelerasi motor menjadi masalah besar Honda di musim ini. Marquez malah menyebut Honda punya akselerasi paling buruk dibanding pabrikan-pabrikan yang ada di MotoGP saat ini. Namun dia yakin kalau masalah akselerasi bisa dipecahkan maka Honda akan memiliki motor terbaik.

Pembalap yang menjadi rival dari Rossi ini mengaku, akselerasi Honda memang kalah jauh bila dibandingkan dengan Ducati dan Yamaha pada musim ini. Walaupun begitu, tim dari Honda sedang bekerja keras mengatasi masalah tersebut.

"Masalahnya adalah kami kalah jauh. Tapi kami terus mengembangkan akselerasi dan kami memiliki salah satu motor terbaik. Itu kondisi yang sulit karena di lintasan lurus kami memberikannya dengan `cuma-cuma` (pada lawan)," ucapnya.

"Itu menyulitkan secara mental saat Anda melihat di lintasan lurus Anda tidak bisa mengikuti mereka. Tapi saya tahu Honda bekerja keras. Saya percaya pada Honda. Jadi tidak ada gunanya kini jika hanya mengeluh," katanya.



Reporter: Wanto
Editor: Edward Luhukay

Wanto
10-05-2016 09:09