Main Menu

Rio Haryanto "Disingkirkan", Kemenpora: Kok Manor Ambil Keputusan Sepihak?

Edward Luhukay
11-08-2016 10:30

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) kecewa dengan keputusan Manor Racing yang mengganti pembalap Indonesia, Rio Haryanto, untuk sembilan seri tersisa di Formula 1 2016. "Tentunya saja kami kecewa. Dalam artian, ya kok Manor mengambil keputusan sepihak? Meski ada kewajiban yang harus dipenuhi Rio," kata Deputi IV Kemenpora Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Gatot S. Dewa Broto, Jakarta, Rabu (10/8).

Gatot yang juga merupakan juru bicara Kemenpora itu, mengaku pihaknya baru mengetahui keputusan Manor untuk melepas Rio akibat kegagalan manajemennya untuk mendapatkan sponsor tambahan demi melunasi uang perjanjian kontrak sebesar 7 juta euro, dari pemberitaan media hari ini.

"Kami baru tahu hal tersebut dari media, karena komunikasi terakhir dengan pihak Manor terjadi pada 18 Juli lewat surat pengingat yang mereka kirim," ujar Gatot, dilansir Antara.

Dalam surat tersebut, Manor mengingatkan ada kewajiban yang harus dipenuhi Rio dan jika tidak ada kepastian mengenai dukungan pendanaan untuk Rio, maka balapan yang akan diikuti oleh pengemudi jet darat berusia 23 tahun tersebut akan berakhir di Budapest tanggal 24 Juli 2016 lalu dan akan diganti oleh pembalap lain yang telah dipersiapkan.

"Faktanya kemudian Rio masih bisa turut bertanding di Hockenheim, Jerman, dan untuk itu kami balas suratnya tertanggal 28 Juli 2016 dengan mengucapkan terima kasih dan apresiasi pada Manor Racing karena telah memperhatikan Rio," ucapnya.

Gatot menegaskan, pihak Kemenpora akan menyerahkan sepenuhnya tawaran pihak Manor untuk menjadikan Rio sebagai pebalap cadangan di sisa musim F1 2016 kepada sang pembalap kelahiran Jawa Tengah tersebut. "Mengenai status pembalap cadangan, kami kembalikan ke Rio. Kami tidak dalam posisi bisa memberikan rekomendasi menolak atau menerima, namun harapan kami sejak semula Rio dapat terus bertanding full di F1 musim ini," katanya.

Gatot pernah menjelaskan, Kemenpora sudah "putar otak" agar bantuan untuk Rio diselipkan dalam APBN 2016 akan tetapi, penolakan Komisi X DPR membuat rencana itu gagal.

Komisi X dan Kemenpora, pun setuju meminta bantuan dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar) agar membantu. Akan tetapi, Kemenpar cuma mampu mengeluarkan bantuan senilai Rp 5 milyar.

Di internal Kemenpora sendiri, usaha patungan antar-karyawan dan program kerja sama dengan swasta, hanya mampu menghasilkan bantuan tak lebih dari Rp 300 juta yang masih belum mampu membayar sisa pendanaan bagi Rio.



Editor: Edward Luhukay

Edward Luhukay
11-08-2016 10:30