Main Menu

Final SAC 2017: Tim Suzuki Indonesia Tetap Kompetitif

Toha
06-12-2017 14:11

Nur Al Fath mampu menyumbangkan podium ketiga pada putaran pamungkas SAC 2017. (GATRA/Dok. SIS)

Thailand, Gatra.com – Perjuangan Tim Suzuki Indonesia untuk bisa mencetak sejarah baru di ajang Suzuki Asian Challenge 2017, memang belum terlaksana. Tapi setidaknya pencapaian yang dihasilkan ketiga pembalapnya mampu memberikan hasil cukup manis sepanjang lima seri yang digelar pada musim balap tahun ini.



Pada putaran akhir SAC 2017 yang berlangsung di Chang International Circuit, Buriram, Thailand, akhir pekan (2-3/12) lalu, Team Suzuki Indonesia tetap disegani sebagai tim yang berani dan berpengalaman menciptakan pembalap-pembalap muda berbakat untuk mewujudkan mimpi berkompetisi di jenjang Internasional.

Robert Satrio, Marketing 2W PT Suzuki Indomobil Sales, mengakui balap tahun ini tergolong tidak semudah tahun-tahun sebelumnya. Banyak adaptasi yang perlu dilakukan seperti pengajaran ilmu kepada pembalap baru, latihan keras menggunakan motor baru, serta menciptakan pertahanan ekstra dari aksi pembalap-pembalap negara lain.

"Kami mengapresiasi seluruh kerja keras tim, pembalap dan mekanik yang sudah berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan balapan yang menarik dan menghasilkan poin-poin kemenangan yang tak jarang mengesankan,” ujar Satrio, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (6/12).

Ahmad Saugi, Nur Al Fath dan Chepy Armansyah semakin matang dan sportif dalam menyusun strategi, serta lebih kompetitif saat memacu GSX-R150 di babak pamungkas yang sekaligus menjadi penentu juara utama SAC 2017. Kerja keras di lintasan terlihat sejak awal latihan dan semakin serius untuk menyelesaikan race 1 dan 2 secara baik.

Chepy tampil cukup mengesankan saat menyelesaikan race 1, ditunjang pemilihan gear set yang tepat membuatnya lebih percaya diri. Tekadnya untuk meraih podium terus ditunjukkan dengan keberanian bertarung di barisan depan. Namun perlawanan dari pembalap negara lain sempat menahan laju Chepy sehingga dirinya hanya mampu finish di posisi ke-5.

Nur Al Fath dan Chepy Armansyah saat berlaga. (GATRA/DOk. SIS)

Memperbaiki keadaan Team Suzuki Indonesia, pembalap termuda Al Fath tampil penuh obsesi di sesi race 2 pada hari Minggu. Al Fath yang telah mempelajari kondisi balapan akhir pekan itu menyadari beberapa peluang yang bisa ia manfaatkan.

Setelah mengikuti ritme pembalap di depannya, Al Fath sempat berhasil memimpin di depan, sebelum akhirnya ia sempat tersenggol oleh pembalap lain dan harus melakukan pertahanan agar tidak terjatuh di tikungan terakhir. Alhasil podium ke-3 mampu diraih oleh Al Fath dengan posisi tak terpaut jauh dengan dua pembalap di depannya.

Ajang balap one make race Suzuki GSX-R150 tahun ini milik pemegang poin tertinggi, yang hingga pada putaran ke-5 ini masih dipegang oleh pembalap asal Thailand, Punchana K., sekaligus menjadi juara utama. Sedangkan Team Suzuki Indonesia menempati posisi klasemen yang dianggap cukup aman untuk tahun ini.

Yaitu posisi klasemen ke-4 masih dipegang oleh Ahmad Saugi (118 poin), kemudian diikuti Nur Al Fath di posisi ke-5 (113 poin) dan Chepy Armansyah di posisi ke-7 (91 poin).

“Target saya sesungguhnya adalah mempertahankan gelar juara Asia yang dimiliki oleh Team Suzuki Indonesia, namun kerasnya balap putaran akhir ini membuat saya harus bisa bertindak lebih bijak untuk menjaga posisi terbaik dan tidak membuat kesalahan yang fatal,” pungkas Ahmad Saugi.

Meski tahun ini belum sanggup mempertahankan gelar juara utama kembali, namun Team Suzuki Indonesia telah mengkoleksi kiprah sangat baik dengan menjadi juara utama dua kali berturut-turut di Suzuki Asian Challenge 2015 dan 2016 bersama pembalap-pembalap muda yang tergolong baru di kancah Internasional.


Editor: Toha

Toha
06-12-2017 14:11