Main Menu

Hamilton Tuduh Dicurangi Ferrari di Grand Prix Silverstone Inggris

Arif Prasetyo
10-07-2018 01:48

Sebastian Vettel (tengah), Lewis Hamilton (kiri) dan Kimi Raikkonen (kanan). (REUTERS/Andrew Yates/FT02)

Silverstone, Gatra.com - Pertarungan gelar Formula Satu (F1) yang berlangsung di Sirkuit Silverstone, Inggris, diwarnai insiden dari kubu tim Mercedes. Tim ini menuduh Ferrari telah melakukan kecurangan setelah memenangkan  Grand Prix Silverstone, Inggris, Ahad (8/7) malam.


Pembalap Ferarri Sebastian Vettel, mencapai garis finish terdepan, disusul Lewis Hamilton (Tim Mercedes), sementara di posisi ketiga dihuni pembalap Ferarri lainnya Kimi Raikkonen. Sukses Vettel ini untuk mematahkan dominasi Mercedes di Inggris sejak 2013.

Kemenangan Vettel ke-51 sepanjang karirinya ini juga  memperpanjang keunggulan di seri F1 tahun ini, menjadi delapan poin.

Namun, Lewis Hamilton menuduh bahwa ia sengaja ditargetkan oleh Kimi Raikkonen, saat lap pembuka baru berjalan. Hamilton dan Kimi sempat bersenggolan di lap pertama. "Taktik menarik dari sisi ini," kata Hamilton yang tampak marah di podium, seperti dilansir The Guardian, Senin (9/7).

Mengacu pada insiden di Le Castellet bulan lalu, di mana Vettel menabrak Valtteri Bottas di tikungan pertama, ia menjelaskan, “Ini adalah dua balapan di mana (kemenangan) Mercedes diambil oleh Ferrari. Valtteri dan saya sama-sama kalah dalam skenario itu.”

Toto Wolff, pimpinan tim dari Silver Arrows, tidak kalah provokatif, dengan tajam menuding kecurangan telah menjadi taktik dalam perlombaan kali ini.

Niki Lauda, ketua non-eksekutif Mercedes, bahkan lebih keras lagi, karena dia menyebut kecelakaan itu "tidak adil" dan "tidak lucu".

Raikkonen yang dikritik bersikeras mengatakan, bahwa insiden tersebut benar-benar sebuah kecelakaan yang tidak disengaja. "Saya mengunci roda dan roda kami bersentuhan," ujar Raikonnen. 

Hamilton sangat gusar atas kejadian tersebut.  Setelah mencapai garis finish, ia yang tampak marah, menolak melakukan wawancara wajib di parc fermé dan terus berlanjut sampai di ruang podium, bahkan ia tidak menoleh ke arah Raikkonen.

Wajar jika Hamilton marah,  karena ia telah kehilangan kesempatan untuk menjadi pembalap pertama yang memenangkan perlombaan di kandang sendiri lima kali berturut-turut dan itu cukup menyakitkan.

Namun, apakah tuduhan itu benar atau tidak, belum bisa dipastikan. Namun yang pasti perseturuan antara Hamilton dan Vettel akan berlanjut ke perlombaan  berikutnya. 


Editor: Arief Prasetyo

Arif Prasetyo
10-07-2018 01:48