Main Menu

Pelatih Persib Sempat Mendapat Tindakan Medis

Iwan Sutiawan
16-04-2018 01:51

Pelatih Persib Bandung, Roberto Carlos Mario Gomez. (Dok. Persib/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Pelatih Persib Bandung, Roberto Carlos Mario Gomez, mendapatkan tindakan medis di ruang ganti pemain, setelah terkena lemparan pasca-kericuhan suporter di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur (Jatim), Minggu malam (15/4).

"Gomez terkena lemparan di pelipis kanan dan harus mendapat perawatan dari tim medis di ruang ganti. Sementara itu Ardi terkena lemparan botol di bagian pipi kirinya," demikian dilansir laman Persib Bandung.

Atas kericuhan suporter dan luka yang dialami Gomez itu, Panpel laga Arema versus Persib menyatakan bertanggung jawab terhadap situasi ini. "Pihak kami akan mengawal hingga mereka sampai ke hotel," kata Abdul Haris seusai laga.

Sedangkan soal dugaan pelemparan terhadap Gomez yang diduga dilakukan oleh oknum Aremania, Abdul mengatakan, pihaknya meminta maaf atas kericuhan dan pelemparan tersebut.

"Kita belum dapat konfirmasi. Kalau memang itu terjadi, atas nama Panpel, saya meminta maaf atas kejadian itu," kata Abdul.

Sebelumnya, wasit terpaksa menghentikan laga Arema FC versus Persib saat pertandingan pekan keempat Liga 1 2018 ini memasuki menit ke-92 akibat ratusan suporter Arema merangsek masuk ke dalam lapangan. Wasit memberikan tambahan waktu selama 3 menit dalam laga ini.

Masuknya ratusan penonton ke dalam lapangan membuat para pemain dan official dari dua kesebelasan dievakuasi ke dalam ruang ganti untuk menghindari hal-hal yang tidak dinginkan.

Keadaan mulai tak menentu setelah penyerang Arema FC, Dedik Setiawan diganjar kartu merah pada menit ke-89. Situasi yang kacau membuat wasit Handri Kristanto memutuskan laga tidak dilanjutkan dan berakhir dengan skor imbang 2-2.

Adapun dua gol Arema di laga tersebut dicetak oleh Thiago Furtuoso dos Santos di menit ke-19 dan Balsa Bozovic di menit ke-88. Sementara gol Persib Bandung diborong oleh Ezechiel N'Douassel yang menorehkan gol di menit ke-20 dan ke-78.


Editor: Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
16-04-2018 01:51