Main Menu

Penampilan Apik Kroasia dan Skandal Sepakbola

Arif Prasetyo
16-07-2018 16:29

Zlatko Dalic.(Reuters/Christian Hartmann/re1)

Moskow, Gatra.com – Mimpi Timnas Kroasia untuk meraih gelar juara sepakbola Piala Dunia 2018 tinggal di depan mata. Namun, Kroasia harus realistis menerima kekalahan dari Prancis.

 

Piala Dunia 2018 di Rusia, bahkan turnamen internasional, kemungkinan besar yang terakhir bagi sang kapten Luka Modric yang kini berusia usia 32. Begitu juga rekan setimnya, Ivan Rakitic (30) dan Mario Mandzukic (32), mereka di senja kariernya dan kehadiran Kroasia di final Piala Dunia tidak akan segera diulang.

Modric adalah tim yang menonjol dan masih bisa meraih gelar pemain terbaik dunia tahun ini dengan mematahkan cengkeraman Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.

Pendukung Kroasia turun ke jalan pada Ahad malam untuk merayakan tim kesayangannya meskipun kalah 4-2 dari Prancis, tetapi negara yang berpenduduk 4,5 juta tahu bahwa masa depan sepak bolanya melakukan regenerasi.

Kroasia hampir saja gagal mengikuti turnamen di Rusia, tapi dengan membutuhkan kemenangan 2-0 di Ukraina dalam pertandingan grup terakhir, maka mendapatkan tempat di posisi kedua untuk berlaga ke playoff melawan Yunani.

Ini adalah awal dari masa Zlatko Dalic di pucuk pimpinan kepelatihan yang berhasil mendapat tiket ke Rusia. Negeri Balkan ini bahkan menampilkan kemampuan individu sepakbola yang berkelas dunia.

Masa depan Dalic, bagaimanapun, masih belum jelas meski memiliki kontrak hingga 2020.

“Saya akan mengambil waktu istirahat, mengambil nafas. Saya tidak pernah mengambil keputusan dalam semalam, ” kata pelatih Dalic, seperti dikutip Reuters (Senin (16/7).

"Pada saat ini saya tidak memikirkan hal lain tetapi kembali dengan selamat ke Kroasia dan beristirahat."

Dalic, bagaimanapun, tahu bahwa keputusan jangka panjang sulit diambil di Kroasia, yang masih dilanda skandal sepakbola terbesar yang pernah dialami negara itu.

Sebulan lalu pengadilan Kroasia menghukum mantan kepala Dinamo Zagreb Zdravko Mamic hingga enam setengah tahun penjara karena penipuan dan korupsi.

Jaksa negara Kroasia juga telah menuntut Modric dengan memberikan kesaksian palsu dalam kasus tersebut, sebuah titik hitam besar pada reputasi pemain.

Ditambah dengan sumber daya negara yang terbatas untuk meningkatkan infrastruktur sepakbola mereka, tidak heran Dalic menyebut Piala Dunia mereka sebagai keajaiban.

“Sesuatu harus dimulai, jika tidak sekarang lalu kapan? Kami memiliki karakter dan kebanggaan tetapi dalam semua aspek lain kami harus meningkatkan,” kata Dalic sebelum laga final.

"Ini adalah momen yang ideal untuk mengatakan 'mari lakukan sesuatu'. Olahraga telah membawa banyak kegembiraan bagi rakyat.”


Editor: Arief Prasetyo

 

Arif Prasetyo
16-07-2018 16:29