Main Menu

Kalahkan PS Tira 1:2, PSM Makassar Justru Protes

Hidayat Adhiningrat P.
20-09-2018 08:50

Konferensi Pers PSM Makasar Vs PS TIRA (Gatra/Arief Koes Hernawan/RT)

 

Yogyakarta, Gatra.com - Kesebelasan PS Tira kalah ke delapan kalinya dalam laga Rabu (19/9) malam di Stadion Sultan Agung, Bantul menghadapi PSM Makassar di pekan ke-22 Go-Jek Liga I dengan skor 1:2. Atas hasil ini, PSM malah protes karena merasa mendapat perlakuan tidak adil.

Menghadapi tim berjuluk Juku Eja itu, pelatih Nil Maizar menurunkan skuad terbaiknya usai libur panjang. Memegang kendali permainan sejak menit awal, PS Tira mencatat tiga peluang emas terciptanya gol.

Dua peluang emas sempat diciptakan Alexander Rakic di menit ke-28 dan 39, namun semua belum menemui sasaran. Demikian juga dengan tendangan keras dari luar kotak penalti yang dilancarkan Dzmitry Rekish di menit ke-44 mampu ditepis Rivky Mokodompit.

Baru pada menit ke-44, pemain sayap kiri PS Tira Ahmad Nufiadani dilanggar bek PSM Abdul Rahman. Wasit asal Jawa Tengah Handri Kristanto langsung menunjuk titik putih. Sebagai algojo, eksekusi Rakic sukses membawa PS Tira unggul 1:0.

Sepanjang babak kedua, keadaan berbalik. PSM Makassar berhasil menguasai pertandingan dengan umpan-umpan pendek. Peluang emas di menit 48 tidak mampu dimanfaatkan Ferdinan Afred.

Gol di menit 70 yang diciptakan Willem Jan Pluim membuat anak-anak asuhan Robert Rene makin kesetanan menyerang. Pergerakan Pluim, yang didukung Ferreira Sandro dan Guy Junior, cukup merepotkan pertahanan PS Tira.

Terbukti umpan jauh pemain pengganti Rudy Iriandy di menit 83 mampu dimaksimalkan Ferdinan Afred yang dengan leluasa bergerak dari sisi kiri pertahanan PS Tira untuk menaklukkan Teguh Amiruddin lewat tandukan. Skor pun berubah jadi 1:2 dan PSM Makassar menang.

Meski menang, Robert Rene mengeluhkan ketidakadilan yang dialami timnya di Bantul. Pertama, pemain tidak diizinkan menjajal lapangan. Kiper Imam Arif Fadillah yang masih menjalani hukuman juga tidak boleh berada di lapangan menjelang kick off.

“Malam ini saya marah, kecewa dan bingung. Soal kiper, anda semua lihat PSM Makassar hanya bermain dengan satu kiper. Tidak ada kiper cadangan. Pencoretan Imam merupakan ketidakadilan bagi kami,” katanya saat jumpa pers.

Walaupun harus mencoret satu pemain, Robert melihat kemenangan ini murni kerja keras timnya yang mengubah strategi permainan di babak kedua.

Sedangkan pelatih PS Tira Nil Maizar melihat tidak ada komunikasi antarpemain belakang sehingga tercipta gol kedua dan timnya kalah.

“Gol Ferdinan murni kesalahan pemain belakang yang gagal mengantisipasi gerakan lawan. Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh dan berharap ada perubahan di Sabtu nanti,” katanya.

Hasil ini menempatkan PS Tira yang sebelumnya di posisi 14 harus turun ke peringkat 16 dengan poin 24. Sedangkan PSM Makassar naik ke peringkat 6 dengan poin 35.


Reporter: Arif Koes Hernawan
Editor: Hidayat Adhiningrat P

Hidayat Adhiningrat P.
20-09-2018 08:50