Main Menu

Aher Ajak Masyarakat Manfaatkan 10 Malam Terakhir Bulan Ramadan

Dani Hamdani
16-06-2017 16:40

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (ANTARA/Wahyu Putro/HR02)

Cimahi, GATRAnews - Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher) mengajak masyarakat untuk memanfaatkan momen 10 malam terakhir bulan ramadan dengan meningkatkan intensitas dan kualitas ibadah. Menurutnya, momentum 10 hari terakhir di bulan ramadan memiliki hikmah yang cukup besar bagi kehidupan manusia yaitu malam lailatul qadar.

 

"Kami ingin menjadikan 10 malam terakhir di bulan ramadan ini sebagai momentum untuk mengoptimalkan gerakan  revolusi mental terhadap masyarakat. Manfaatkan baik-baik 10 malam terakhir ini dengan banyak beribadah," kata Aher saat safari ramadan di Masjid Agung Cimahi, Jumat (16/6).

 

Menurut Aher, orang yang mendapatkan malam lailatul qadar akan mengalami perubahan hidup dan kesuksesan baik di dunia maupun di akhirat. Oleh karena itu, ia berharap masyarakat terutama umat muslim dapat memanfaatkan momentum 10 malam terakhir dengan optimal karena belum tentu akan kembali bertemu dengan ramadan tahun depan.

 

"Kita ingin membangun jiwa masyarakat menjadi lebih baik, itu perlu momentum. Dan momentum paling tepat untuk membangun jiwa, ruhani mentalitas dan kejujuran itu di 10 hari terakhir di bulan ramadhan ini," jelas Aher.

 

Menurutnya hal tersebut perlu mendapat perhatian masyarakat, terlebih banyak peristiwa yang menjadi contoh kesuksesan seseorang yang berhasil meraih hikmah malam lailatul qadar. Oleh karena itulah hal tersebut harus dimanfaatkan dengan baik.

 

"Termasuk juga para siswa, kita sudah minta ke sekolah-sekolah untuk meminta para siswa dan gurunya untuk menghadirkan pemaknaan yang lebih dalam terhadap makna makna dihari hari ganjil malam terakhir bulan ramadhan, mudah-mudahan bisa mendapat hikmah malam lailatul qodar, dan bagi para siswa itu bisa jadi perubahan besar arah hidupnya kedepan," katanya.

 

Aher mengaku akan meminta para guru untuk mensosialisasikan kepada seluruh siswa di sekolahnya untuk bisa melaksanakan itikaf di 10 hari malam terakhir bulan ramadan.

 

"Kita akan bicarakan dengan Pak Kadis Pendidikan bagaimana baiknya supaya para siswa tidak kehilangan momentum, ini adalah bagian cara kita membangun mentalitas masyarakat Jabar, dalam konteks nasional ini bagian cara kita untuk menghadirkan revolusi mental yang didengungkan presiden RI Jokowi," katanya. 

 

Menurutnya, saat ini i'tikaf di 10 malam terakhir bulan ramadhan menjadi trend baru dikalangan generasi muda, sehingga hal tersebut perlu lebih dikembangkan. 

"Sekarang itikaf di malam malam terakhir jadi tradisi baru, mungkin 10 tahun lalu tidak ada tradisi ini, sekarang anak saya saja tidak akan pulang dan itifikaf di mesjid. Apalagi Apalagi sudah libur sekolah" katanya. 

 

Dikatakannya itikaf di 10 malam terakhir sangat penting untuk suatu perubahan dan revolusi mental bangsa ini. 

"Ini untuk masa depan bangsa ini. Boleh jadi nuansa ini adalah nuansa penuh kegaiban, tapi kegaiban tersebut bisa dirasionalkan, anak anak kita bisa dididik dengan baik, supaya lebih kokoh dan percaya melalui iman," kata dia.


Reporter: Muha Zainal

Editor: Dani Hamdani 

Dani Hamdani
16-06-2017 16:40