Main Menu

Enam Tips Aman dan Nyaman Mudik dengan Sepeda Motor

Tian Arief
30-06-2016 11:09

Pemudik yang menggunakan kendaraan sepeda motor (ANTARA/Fahrul Jayadiputra/HR02)

Jakarta, GATRAnews - Kendati pemerintah tidak menganjurkan mudik ke luar kota menggunakan kendaraan roda dua (sepeda motor), namun masih cukup banyak pemudik yang tetap pulang kampung menggunakan sepeda motor, karena tidak memiliki alternatif lain. Untuk mengurangi resiko kecelakaan, berikut 6 tips dari Technical Service Analyst Astra Motor, Rangga Noviar.

1. Periksa tekanan angin ban dan alurnya

Tekanan angin ban yang tidak sesuai dengan standar dapat mengurangi kenyamanan berkendara, atau bahkan bisa membuat motor kehilangan kendali. Pastikan tekanan angin ban baik untuk berkendara sendiri maupun berboncengan, yaitu pada kisaran 29 psi untuk ban depan dan 33 psi untuk belakang.

Selain tekanan angin, Anda juga wajib melakukan pengecekan alur ban yang bisa dilihat berdasarkan indikator keausan ban dari tanda segitiga di sisi luar ban.

2. Ganti atau bersihkan busi dan periksa tutupnya

Untuk berkendara khususnya jarak jauh, busi merupakan komponen vital yang harus diperiksa. Pastikan usia pakai busi belum mencapai maksimal 8.000 km dan bunga api yang dihasilkan masih bagus. Untuk pemeriksaan ini pengendara disarankan untuk membawa motor ke bengkel resmi untuk diperiksa.

Cap atau tutup busi pun jangan sampai ketinggalan. Jika cap busi retak atau karetnya sudah keras, bisa menyebabkan aliran listrik dari ignition coil ke busi tidak sempurna, terutama saat terkena air.

3. Periksa sistem penggerak (rantai roda atau drive belt pada tipe motor matik)

Rantai roda dan drive belt wajib diperiksa terutama dari keausan dan usia pakainya. Pastikan rantai roda mencengkram kuat ke sprocket/gear dengan baik. Rantai roda yang sudah aus tidak akan mencengkram dengan baik, hal ini bisa menyebabkan rantai terlepas dari gear bahkan berpotensi putus.

Begitu juga dengan drive belt pada motor matik, komponen ini memiliki batas usia pakai yaitu maksimal 24.000 km. Jangan paksakan melebihi dari kilometer tersebut agar performa motor masih bisa optimal.

4. Periksa fungsi rem dan ketebalannya

Tidak jarang kecelakaan kendaraan motor akibat fungsi rem yang tidak maksimal. Untuk itu, piranti rem mulai dari handle, pedal, hingga rem itu sendiri jangan sampai luput dari pemeriksaan.

Pastikan semua komponen mekain dan hidrolis berfungsi dengan baik. Jika perlu ganti minyak rem dan kampas rem sebelum dipakai untuk mudik.

5. Cek kapasitas oli mesin

Jika menghadapi kondisi macet, beberapa motor masih mengandalkan pendinginan udara untuk mendinginkan mesin. Dalam kondisi ini kerja oli akan semakin berat untuk melumasi komponen yang bergerak.

Untuk itu periksa kapasitas oli agar sesuai dengan standar ukuran motor dan jika perlu lakukan penggantian oli sesuai rekomendasi pabrikan.

6. Cek Nyala Lampu

Para pemudik tidak hanya berkendara di siang hari, saat ini banyak pengemudi berkendara di malam hari untuk mensiasati agar tidak terkena macet dan menghidari suhu yang panas. Pastikan nyala lampu berfungsi sebagai mana mestinya dan ukuran sesuai standar.

Jangan menggunakan mika lampu transparan untuk lampu belakang karena akan membahayakan pengemudi di belakangnya. Jangan pula menggunakan lampu dengan daya sinar yang terlampau terang karena akan menyilaukan pengendara lain di lawan arah.

"Jika Anda kesulitan melakukan pengecekan sendiri, sebaiknya bawa ke bengkel resmi terdekat, sehingga kondisi sepeda motor Anda prima untuk digunakan dalam perjalanan jauh," kata Rangga, dalam keterangan tertulis yang dilansir Antara, Kamis (29/6).


Editor: Tian Arief

Tian Arief
30-06-2016 11:09