A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined index: gatracom

Filename: controllers/Frontend.php

Line Number: 60

Backtrace:

File: /var/www/html/application/controllers/Frontend.php
Line: 60
Function: _error_handler

File: /var/www/html/application/controllers/Frontend.php
Line: 125
Function: default_data_body

File: /var/www/html/public/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined index: gatracom

Filename: controllers/Frontend.php

Line Number: 64

Backtrace:

File: /var/www/html/application/controllers/Frontend.php
Line: 64
Function: _error_handler

File: /var/www/html/application/controllers/Frontend.php
Line: 125
Function: default_data_body

File: /var/www/html/public/index.php
Line: 315
Function: require_once

Pertamina Genjot Sektor Hulu
Main Menu

Pertamina Genjot Sektor Hulu

Heru Pamuji
24-08-2011 12:57

PT Pertamina (Persero) semakin agresif meningkatkan portofolio di sektor hulu. Setelah mencanangkan perubahan visi dari perusahaan migas menjadi perusahaan energi, BUMN itu lalu menganggarkan investasi baru sebesar Rp 359 triliun hingga 2015. Sebanyak 85% atau Rp 303,9 triliun dari total anggaran investasi itu, akan dialokasikan untuk pengembangan sektor hulu.
Hal itu ditegaskan Direktur Hulu Pertamina, Muhammad Husein, saat berbuka puasa dengan para redaktur bidnag energi di Jakarta, Selasa (23/8/2011) kemarin. Husein mengungkapkan, investasi itu dimaksudkan untuk meningkatkan produksi minyak dan gas, penambahan kapasitas terpasang listrik panas bumi, gas transporting, juga bidang services atau jasa.

Menurut Husein, tahun ini diharapkan realisasi investasi Pertamina mencapai Rp 37,1 triliun. Kemudian tahun depan Pertamina akan menggenjot investasinya hingga Rp 83,9 triliun, dan meningkat jadi Rp 77,9 triliun pada 2013. Setahun berikutnya direncanakan investasi investasi Pertamina akan digenjot lagi menjadi Rp 88,1 triliun.

Dari Rencana Jangka Panjang yang dipaparkan Husein, terlihat benar sektor hulu mendapat prioritas. Sementara belanja di sektor hilir terus dipangkas hingga mencapai 6% pada 2015. Investasi yang cukup besar itu, tentu berdampak pada target produksi. Pertamina mematok target produksi pada 2015 gas hingga 776.300 Barrel Oil Equivalen Per Day (BOEPD), dengan cadangan mencapai 2,223 juta MBOE (Million Barrel Oil Equivalen).

Sedangkan untuk produksi uap panas bumi, Pertamina mematok target 74,382 ribu ton, dengan kapasitas listrik terpasang 1.322 Megawatt (MW) pada 2015. Pada kurun waktu yang sama, Pertamina menargetkan volume gas yang ditransportasikan mencapai 594 BSCF, dan volume gas niaga 187,10 ribu BBTU pada 2015.

Meski menggenjot produksi, toh investasi di sektor services atau jasa tidak dilupakan oleh Pertamina. Perusahaan dengan misi menjadi perusahaan energi kelas dunia itu berusaha terus menahan prosentase ketersediaan rig-nya sebesar 98%, dengan tingkat kebutuhan 88% hingga 2015. Untuk itu, dibutuhkan investasi untuk penambahan rig dari tahun ke tahun. Tahun ini Pertamina telah memiliki 30 rig existing, dan berencana membeli empat rig lagi. Pada 2012 jumlahnya akan ditambah menjadi 42 rig, 2013 menjadi 54 rig, kemudian 67 rig pada 2014.

Dengan menambah pembelian 12 rig lagi, ditargetkan Pertamina memiliki 79 rig pada 2015. “Saya selalu katakan, bagi perusahaan yang bergerak di sektor hulu, investasi pada rig sudah pasti menguntungkan. Karena akan selalu dipakai,” jelas Husein.

Konsekuensi dari peningkatan investasi ke hulu, Pertamina pun berusaha mematok belanja hilirnya tidak sampai 20% dari total investasi hingga 2015, dengan target hanya Rp 50,4 triliun. Namun untuk 2011, Pertamina terpaksa masih menetapkan belanja hilirnya hingga 21% dari total anggaran. Selain untuk perbaikan kilang di dalam negeri, anggaran itu juga untuk menalangi distribusi LPG 20 kg dan 50 kg yang masih disubsidi. Juga pendistribusian BBM bersubsidi, dan penyediaan cadangan BBM domestik untuk 22 hari.

Heru Pamuji
24-08-2011 12:57