Main Menu

LIPI Dorong Peneliti Perempuan Sebagai Agen Perubahan

Dara Purnama
08-03-2018 18:14

Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Enny Sudarmonowati menyatakan LIPI dorong perempuan sebagai agen perubahan. (Dok.DPU/RT)

Jakarta, Gatra.com- Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memiliki sebanyak 779 peneliti perempuan dari total 1.743 peneliti. Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Enny Sudarmonowati mengatakan hal ini membuktikan bahwa minat perempuan menjadi peneliti tidak kalah dari laki-laki. 

 

Melalui penelitinya, LIPI juga turut mendorong perempuan menjadi agen perubahan. "Kami mendorong peneliti perempuan terus berkarya," kata Enny saat membuka diskusi "Perempuan dalam Transformasi Iptek" di kantor pusat LIPI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (8/2).

 

Daya tarik perempuan ke ilmu teknologi juga tinggi terutama pada bidang-bidang tertentu. Mayoritasnya berada pada bidang bioteknologi, genetika molekuler hingga mikrobiologi. Sementara di bidang sosial ada pada bidang kebudayaan dan bahasa.

 

"Intinya bagaimana kami mendorong supaya perempuan lebih banyak, yang ada di LIPI kita fasilitasi. Lab kita lengkapi supaya mereka lebih tertarik berkarya," katanya.

 

Diskusi ini diadakan dalam rangka memperingati hari perempuan sedunia atau yang dikenal juga dengan nama "International Women's day" yang jatuh setiap tanggal 8 Maret. Hari perempuan sedunia ini sudah diresmikan PBB sejak 1977. Menurut Enny tujuannya untuk memperjuangkan hak-hak perempuan dan perdamaian dunia.

 

Adapun pembicara yang dihadirkan adalah tiga peneliti LIPI. Mereka adakah Siti Nurul Aisyiyah Jenie selaku peneliti pusat penelitian kimia LIPI. Siti adalah penerima L'oreal Unesco for Woman in Science National Fellowship Awards 2017 kategori material sciences. 

 

Selanjutnya Yuliati Herbani, peneliti pusat penelitian fisika LIPI yang juga penerima L'oreal Unesco for Woman in Science National Felowship Awards 2017 kategori engineering sciences. Juga Sri Rahayu, peneliti pusat konservasi tumbuhan kebun raya LIPI. 

 

Sri telah mempublikasi dua spesies baru yakni Hoya Undulata SRahayu & Rodda dan Hoya Rintzii Rodda Simmonson & SRahayu. Selanjutnya tiga paten/PVT yakni PVT Aeschynatus "Soedjana Kassan", PVT Aeschynanthus "Mahligai" dan PVT Hoya "Kusnoto".

 

Salah satu pembicara, Yuliati Herbani menuturkan bahwa peran peneliti perempuan sudah baik dibandingkan sebelumnya. Sebab, apresiasi pemerintah dan masyarakat Indonesia maupun dunia bagi semakin lama semakin meningkat terhadap peneliti perempuan. "Khususnya dalam hal pendanaan riset dan beasiswa," katanya.

 

Hal ini tentunya kata Yuliati cukup memberikan motivasi bagi perempuan untuk berkarya guna memgimbangi dominasi kaum pria. Selain itu, hal ini juga mendorong kaum perempuan bercita-cita menjadi peneliti. 

Apresiasi terhadap peneliti perempuan sangat berdampak terhadap iklim kerja peneliti. Di mana peneliti perempuan diberikan ruang dan kesempatan seluas-luasnya untuk menjadi pemimpin dalam suatu kegiatan riset.

 

Menurut Yuliati porsi dan apresiasi luas dari berbagai kalangan inilah yang memungkinkan jenjang karir peneliti perempuan tidak menjadi "momok" bagi perempuan. Contohnya di pusat penelitian fisika sudah ada tiga perempuan peneliti dari delapan orang peneliti berjenjang karir peneliti utama. 

 

"Ini merupakan  indikator bahwa perempuan bisa mencapai karir peneliti tertinggi. Juga bersaing secara profesional dengan pria dalam memajukan iltek di Indonesia," katanya. 


Reporter : DPU

Editor : Birny Birdieni

 

Dara Purnama
08-03-2018 18:14