Main Menu

Facebook Makin Terpuruk karena Skandal Cambridge Analytica

Basfin Siregar
21-03-2018 06:54

CEO Facebook, Mark Zuckerberg dipanggil untuk menghadap parlemen Inggris dan Uni Eropa terkait pencurian data 50 juta pengguna Facebookdalam skandal Cambridge Analytica (Gatra.com)

 

London, Gatra.com - Pekan ini merupakan pekan suram bagi Facebook. Pasalnya tiga peristiwa buruk terjadi hanya dalam tiga hari terakhir: saham jatuh, didugat, dan Mark Zuckerberg harus menghadap parlemen Inggris sekaligus Uni Eropa.

Dilansir dari Bloomberg, hari ini (21/3), ketua komisi parlemen Inggris bidang telekomunikasi, Damian Collins, "mengundang" Mark Zuckerberg untuk menghadap parlemen Inggris dan menjelaskan kasus pencurian data 50 juta pengguna Facebook dalam skandal Cambridge Analytica.

Beberapa jam kemudian, "undangan" serupa juga dikeluarkan Antonio Tajani, Presiden Parlemen Uni Eropa di Brussel, Belgia.

Disebut "undangan" karena sifatnya tidak memaksa. Mark Zuckernberg adalah warga negara AS dan ia boleh tidak datang.

Namun bila Zuckenberg menolak menghadap, Facebook kemungkinan akan berhadapan dengan tekanan balik dari Uni Eropa.

"Undangan" setengah-memaksa itu adalah kabar buruk ketiga bagi Facebook pekan ini.

Sebelumnya pada Selasa lalu (20/3), para pemegang saham Facebook mendaftarkan gugatan class action ke pengadilan federal di San Francisco.  

Lalu pada hari yang sama, saham Facebook rontok 6,8 persen di Bursa Saham New York

Penurunan nilai saham sebesar 6,8 persen itu setara dengan kehilangan valuasi US$ 60 miliar atau Rp 824 triliun.

Ini semua bermula dari skandal Cambridge Analytica, yaitu kasus pencurian sebanyak 50 juta data pengguna Facebook oleh perusahan bernama Global Science Research (GSR), yang lalu menjual data itu ke perusahaan Cambridge Analytica.

Belakangan Cambridge Analytica, yang merupakan perusahaan konsultan politik, menggunakan data itu untuk mendesain program kampanye bagi para klien politisi mereka. Perusahaan ini sudah menjadi konsultan di 200 pemilu di berbagai dunia, termasuk di Indonesia.

Cambridge Analytica juga mengggunakan cara-cara tercela seperti menyebarkan informasi palsu untuk mempengaruhi pemilih.

Sejauh ini belum ada tanggapan dari Mark Zuckenberg atas pemanggilan itu.

Namun banyak analis menilai bahwa kabar buruk bagi Facebook belum akan berakhir. Pasalnya kemungkinan besar  DPR Amerika Serikat juga akan memanggil Mark Zuckerberg, dan ia akan sangat sulit untuk menolak hadir.


Editor: Basfin Siregar

Basfin Siregar
21-03-2018 06:54