Main Menu

Terungkap Jati Diri Mumi Alien 6 Inci di Chili

Rohmat Haryadi
23-03-2018 10:09

Mumi Ata (You Tube)

San Francisco, Gatra.com -- Kerangka Ata ditemukan di wilayah Atacama Chili pada 2003. Perawakan kecil Ata dan tengkorak berbentuk kerucut menyebabkan spekulasi itu adalah alien. Dalam sebuah penelitian baru, peneliti berkesimpulan terjadi banyak mutasi pada gen kerangka yang terkait dengan penyakit seperti kekerdilan. Demikian Dailymail, 22 Maret 2018.

 


Misteri mumi 6 inci yang pernah dianggap sebagai sisa-sisa alien telah diungkap para ilmuwan. Sebuah studi DNA baru pada tulang menunjukkan sisa-sisa sebenarnya manusia, dan milik bocah perempuan berusia enam tahun yang menderita kekerdilan. Dijuluki 'Ata', penemuan luar biasa yang dibuat pada 2003 di Atacama, Chili, memiliki tengkorak panjang seperti kerucut, dan hanya sepuluh tulang rusuk. Ditemukan di kantong kulit di sebuah gereja di sebuah kota yang ditinggalkan di Gurun Atacama Chili, kerangka itu dijuluki 'Ata'.

Kerangka itu dijual kepada kolektor pribadi di Spanyol yang berspekulasi bahwa itu adalah ET (extra-terestrial) dilihat dari penampilannya yang aneh. Dan itu muncul dalam film dokumenter, Sirus, yang menyarankan itu adalah bukti kehidupan asing. Setelah lima tahun ilmuwan analisis genom mendalami, mereka berkesimpulan mutasi gen yang bertanggung jawab untuk spesimen aneh itu.

Para ilmuwan telah menguji DNA kerangka manusia yang aneh, pernah dikabarkan memiliki asal luar angkasa. Para ilmuwan di California baru-baru ini mengekstraksi DNA dari tulang mumi untuk mengungkap asal-usulnya. Tes genetik di Universitas California, San Francisco (UNSF), dan Universitas Stanford telah membuktikan bahwa itu adalah tulang seorang perempuan manusia yang meninggal 40 tahun lalu.

Para peneliti menemukan mutasi pada tidak hanya satu, tetapi beberapa gen yang diketahui mengatur perkembangan tulang, beberapa di antaranya belum pernah dijelaskan sebelumnya. Analisis DNA mengungkapkan bahwa penampilannya dapat dijelaskan oleh serangkaian mutasi genetik yang terkait dengan dwarfisme dan gangguan pertumbuhan dan tulang lainnya.

Gadis itu tampaknya berusia antara enam dan delapan tahun ketika dia meninggal. Tidak diketahui apakah skeleton mencapai delapan tahun - atau apakah Ata memiliki mutasi genetik yang membuat tulangnya tumbuh dengan cara yang dipercepat di rahim. Analisis DNA mengungkapkan bahwa penampilannya dapat dijelaskan oleh serangkaian mutasi genetik yang terkait dengan dwarfisme dan gangguan pertumbuhan dan tulang lainnya.

Penelitian terbaru mengungkapkan empat SNV baru - jenis mutasi genetik pada tingkat individu - dalam gen yang diketahui menyebabkan penyakit tulang, seperti skoliosis atau dislokasi, serta dua SNV lain dalam gen yang terlibat dalam memproduksi kolagen. Sanchita Bhattacharya, seorang peneliti di UCSF mengatakan dia menemukan 64 varian gen dalam DNA Ata yang tampaknya mungkin merusak.

Dia menemukan bahwa, luar biasa, 10 variasi terkait dengan masalah tulang termasuk 'perawakan pendek' dan '11 pasang iga '. Variasi gen lainnya termasuk masalah dengan memproduksi kolagen - yang digunakan dalam kartilago - dan gen-gen yang terkait dengan lengkungan tulang belakang yang dikenal sebagai scoliosis.

Di luar malformasi skeletnya, Ata mungkin memiliki kondisi genetik yang dikenal sebagai hernia diafragma bawaan. Ini adalah cacat lahir yang mengancam kehidupan yang umum di mana diafragma tidak berkembang dengan baik. Garry Nolan, seorang profesor mikrobiologi dan imunologi di Fakultas Kedokteran Universitas Stanford, memulai eksplorasi ilmiah Ata pada tahun 2012, ketika seorang teman menelepon mengatakan dia mungkin telah menemukan 'alien'.

Dr Nolan mengatakan bahwa penelitian tentang Ata mungkin suatu hari bermanfaat bagi pasien. Dia mengatakan gennya mirip dengan orang Chili Chilote Indian, dan dia hidup tidak lebih dari 40 tahun yang lalu. Berbicara kepada Guardian, dia berkata: "Dia mengalami gizi sangat buruk," katanya.


Editor: Rohmat Haryadi

Rohmat Haryadi
23-03-2018 10:09