Main Menu

Aplikasi Pasar Loak Virtual ini Siap Masuk Indonesia.

Rosyid
05-06-2018 10:19

Aplikasi Carousell. (Dok. Carousell/FT02)

Singapura, Gatra.com - Aplikasi pasar loak virtual Carousell pernah ditawar USD 100 juta beberapa tahun lalu. Itu angka yang sangat besar. Pendirinya Quek Siu Rui saat itu baru berusia 26 tahun dan tawaran sebesar itu akan membuatnya kaya raya jauh melampaui mimpinya.

Dia lalu mengumumpulkan sejawatnya untuk membahas tawaran untuk aplikasi yang dibangunnya. Dia menyadari tawaran itu mungkin sekali seumur hidup.  Namun akhirnya dia memutuskan untuk menolak tawaran itu dan bertekad terus membangun bisnisnya. Dia  ingin membangun perusahaan yang bertahan lama.

Aplikasi  yang membantu penggunanya menjual barang bekas, saat ini nilainya ditaksir mencapai USD 500 juta. Carousell sekarang sudah enam tahun dan beroperasi di tujuh negara ter,asil Singapura, Hongkong, Australia. Penggunanya menjual barang bekas apa saja, mulai dari mobil bekas, sofa hingga konsol games.

Baru-baru ini  Carousell mendapat pendanaan baru senilai USD 85 juta. Dengan investasi baru itu, Carousell akan memperluas pasar termasuk ke Indonesia, Filipina dan Taiwan. "Carousell memulai di pasar baru dengan penawaran produk baru yang disesuaikan untuk Asia Tenggara," kata vinnie lauria, mitra pendiri di Golden Gate Ventures yang berbasis di Singapura. Golden Gate Ventures telah mendukung Carousell sejak lama.

Perusahaan ini juga akan meluncurkan CarouPay bulan ini. Dengan fasilitas ini pengguna bisa menyelesaikan transaksi tanpa meninggalkan aplikasi. Mereka juga memberi sentuhan lokal, seperti komunikasi Bahasa Inggris gaya Singapura.

Caraousell kini mendapat saingan. Tidak main-main yaitu Marketplace yang diluncurkan Facebook. Quek yang kini berusia 30 tahun merespon persaingan dengan optimis. "Peluncuran Facebook Marketplace menegaskan bahwa problem yang kami bereskan benar-benar masif," katanya kepada Bloomberg,Selasa (5/6).

Quek dan rekannya Lucas Ngoo dan Marcus Tan,  sama-sama berkuliah di National University of Singapore. Mereka bisa akrab karena hobbynya jual beli gadget online. Mereka kemudian dikirim ke Silicon Valley sebagai bagian dari program Universitas. Disana mereka menghadiri sejumlah diskusi bersama banyak enterpreneur termasuk dengan pendiri Facebook, Mark Zuckerberg.


Editor: Rosyid

Rosyid
05-06-2018 10:19