Main Menu

Kurangi Polusi Udara, Mahasiswa ITS Ciptakan Penetral Gas Beracun

Mukhlison Sri Widodo
11-06-2018 13:59

Uji coba katalitik konverter buatan Alvin dan kedua temannya pada sepeda motor. (GATRA/Abdul Hady JM/FT02)

Surabaya, Gatra.com - Tiga mahasiswa Departemen Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, berhasil menemukan inovasi terbaru. 

 

Yakni menyulap gas beracun hasil pembakaran bahan bakar kendaraan (polutan) menjadi gas yang aman dan layak buang.

Gas beracun yang dimaksud adalah gas pemicu utama terjadinya gangguan atau penyakit pernapasan, seperti karbon monoksida, nitrogenoksida, dan hidrokarbon.

Keberadaan gas-gas tersebut harus ditangani lebih lanjut agar tidak semakin merusak alam. "Karena aktivitas manusia tak luput dari kendaraan,” kata ketua tim, Alvin Rahmad Widiyanto, di Surabaya, pekan lalu.

Guna mengatasi masalah tersebut, Alvin bersama dua anggota timnya, Ulva Tri Ita Martia, dan Rahadian Abdul Rahman, terpikir untuk menciptakan katalitik konverter. 

Wujudnya berupa reaktor atau tabung kecil yang berisikan lempengan kawat tembaga dan senyawa kimia padatan, katalis berupa Zeolit-NaY/MnO2.

Menurut Alvin, adanya tembaga dan katalis tersebut berguna mereduksi atau mengubah gas karbonmonoksida, nitrogenoksida, dan hidrokarbon tersebut menjadi gas kabondioksida, nitrogen, uap air, dan ion sulfat. 

Alvin bersama timnya menilai, keempat senyawa hasil konverter tersebut sangat aman dan bermanfaat bagi lingkungan.

“Gas karbondioksida sebagai bahan fotosintesis bagi tumbuhan, nitrogen untuk daya dukung kesuburan tanah, uap air dan ion sulfat sebagai produk yang aman bagi lingkungan,” jelas Ulva menambahkan.

Reaktor katalitik ini dipasang pada knalpot kendaraan, disusun sedemikian rupa sehingga model bodi knalpot juga terlihat bagus. 

Dari hasil pengujiannya, menunjukkan efiensi konverter yang sangat bagus, yaitu 92,18 persen. “Artinya, sebanyak 92,18% kadar gas beracun yang telah berhasil diubah atau direduksi menjadi gas tidak beracun,” imbuh Ulva.

Menurut Ulva, kelebihan katalitik konverter ini mampu digunakan dalam satu tahun dengan masa satu kali penggantian bahan. 

Selain itu, bahan katalis yang digunakan berharga ekonomis dan mudah didapatkan di pasar bahan kimia pada umumnya.

Inovasi yang dikembangkan oleh Alvin bersama dua anggota timnya ini, akan ditunjukkan sebagai bentuk karya penelitian pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-31 pada Agustus mendatang.

“Kami sangat bangga ketika kami berhasil menjadi perwakilan ITS serta mendapatkan mendali emas kelak,” kata Rahadian, anggota tim lainnya.


Reporter : Abdul Hady JM
Editor : Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
11-06-2018 13:59