Main Menu

Industri Robotika Skala Kecil Lebih Berkembang

Mukhlison Sri Widodo
10-07-2018 06:01

Jumpa pers Kontes Robot Indonesia (KRI) di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). (GATRA/Arif Koes/FT02)

Yogyakarta, Gatra.com - Pakar robotika dari Universitas Indonesia Wahidin Wahid melihat   industri robot skala kecil lebih berkembang dibanding industri skala besar.

Wirausaha robotika pun menyasar pengadaan robot untuk sarana belajar.

Ditemui usai menghadiri jumpa pers Kontes Robot Indonesia (KRI) di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Senin (9/7), Wahidin menyatakan kendala terbesar sulitnya industri robotik skala besar berkembang di Indonesia karena kalah bersaing dengan negara maju.

“Karena beratnya peluang bersaing dengan Siemens atau Samsung, mahasiswa ahli robotika memilih menjadi enterpreneur dalam pengadaan robot-robot sederhana untuk pembelajaran anak-anak,” katanya.

Dosen Jurusan Elektro Fakultas Teknik Universitas Indonesia ini menilai akan memberi dampak positif pada perkembangan robotika Indonesia. ]

Sebab dengan menyasar kalangan anak sekolah dari SD-SMA pendidikan robotika bisa dikenalkan lebih dini.

Dalam pembelajaran robotika sederhana dipelajari teknik robot  menendang bola atau memadamkan api.

Selain itu, para siswa robotika pemula juga diajari tentang kerumitan strategi dan desain robot yang bisa bergerak lebih baik.

“Sayangnya meski sudah menyasar tingkat bawah, industri robotika di Indonesia tidak sepenuhnya mendukung. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah kesediaan komponen penting seperti motor penggerak dan sensor yang harus dibeli dari luar negeri," katanya.

Gelaran KRI tahun ini yang ke-18, bagi Wahidin, merupakan ajang bagi mahasiswa untuk bersaing menghadirkan robot terbaik.

Sebanyak 91 tim dari 45 perguruan tinggi se-Indonesia pada 10-13 Juli akan menyusun robot dan mengadunya.

Ketua KRI 2018 Sri Atmaja P. Rosyidi mengatakan tema KRI ‘Lempar Bola Berkah’ dan melombakan lima kategori yaitu Kontes Robot Abu Indonesia, Kontes Robot Pemadam Api Indonesia, Kontes Robot Sepak Bola Indonesia Beroda, Kontes Robot Sepak Bola Indonesia Humanoid, dan Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI).

“UMY bangga karena dua kali menjadi tuan rumah KRI oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Pertama pada 2015,” jelas Atmaja.

Atmaja menambahkan, khusus kategori Kontes Robot Abu Indonesia tahun ini mengadopsi tema ABU Robocon Internasional sehingga pemenang kategori ini akan mewakili Indonesia dalam lomba robotika Internasional pada Agustus 2018 di Ninh-Binh, Vietnam.


Reporter : Arif Koes
Editor : Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
10-07-2018 06:01