Main Menu

UI Menangi Seleksi Kompetisi Pengelolaan Energi Schneider Electric

didi
12-07-2018 22:06

Go Green in the City. (Dok. Schneider Electric/re1)

Jakarta, Gatra.com - Schneider Electric, perusahaan global di bidang pengelolaan energi dan otomasi, mengumumkan seleksi final Go Green in the City (GGITC) 2018 yang nantinya pemenang akan mewakili Indonesia bersaing di tingkat Asia Pasifik pada tanggal 28-29 Agustus 2018 mendatang.

 

Itu dilakukan untuk memperebutkan tiket menuju Grand Final yang akan diselenggarakan di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat, November 2018.

Konsep ide berjudul “Smart Memory Alloy for Reliable Trackers (SMART)” yang digagas oleh tim RISE dari Universitas Indonesia terpilih sebagai pemenang Go Green in the City 2018 tingkat nasional, mengalahkan 350 tim mahasiswa/i dari seluruh Indonesia.

Kompetisi Go Green in The City merupakan kompetisi global yang diperuntukkan bagi mahasiswa/i untuk menumbuhkan minat dan memfasilitasi generasi muda dalam hal ini generasi milenial untuk ikut ambil bagian mencari solusi dalam pengelolaan energi yang efisien di kawasan perkotaan dan berdampak positif terhadap lingkungan.

Tiap tim wajib mengirimkan satu konsep yang mengilustrasikan ide solusi pengelolaan energi inovatif untuk Kota Pintar, dengan berfokus pada salah satu dari empat tema dasar, yaitu: Sustainability & Inclusivity, Digital Economy, Smart Manufacturing & Supply Chain, dan Cyber Security.

Tidak hanya itu peserta juga diperbolehkan untuk mengambil tema No Boundaries, dimana para peserta dapat bebas berinovasi sesuai dengan peluang efisiensi energi yang mereka anggap relevan dengan kehidupan perkotaan.

Xavier Denoly, Country President Schneider Electric Indonesia mengatakan, sebagai generasi yang tech savvy dan mendominasi 50% dari tenaga kerja produktif pada tahun 2020, milenial menjadi tonggak utama dalam melakukan suatu perubahan besar yang sustainable dengan pemanfaatan teknologi, internet of things dan kecerdasan buatan.

“Melalui kompetisi Go Green in the City, Schneider Electric menggajak milenial untuk ambil bagian dalam komunitas global dan memberikan panggung untuk mereka dalam mengasah kemampuan dan kreativitas dengan berorientasi pada teknologi pengelolaan energi yang efisien dan berdampak positif terhadap sosial-lingkungan,” kata Xavier di Jakarta, Kamis (12/7).

Kompetisi Go Green in the City merupakah bagian dari komitmen Schneider Electric, sebagai pemimpin dalam transformasi digital manajemen energi dan otomasi, untuk melakukan transfer pengetahuan dan pengembangan bakat untuk membangun generasi muda.

Sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2010, kompetisi Go Green in the City mendapatkan tanggapan yang positif dari generasi muda dan sampai kompetisi ke-8 sudah diikuti oleh total 7.000 mahasiswa/i dari seluruh Indonesia.

Penilaian didasarkan pada inovasi, visibilitas ide & dampaknya terhadap efisiensi energi atau lingkungan, dan kemampuan peserta dalam menyampaikan ide. Dewan juri tahun 2018 ini terdiri dari Xavier Denoly – Country President Schneider Electric Indonesia, Budijanto Jutanti Gunawan – Director Customer Satisfaction & Quality & CCC Schneider Electric Indonesia dan Andriah Feby Misna, Direktur Bioenergi, Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Kementerian ESDM Republik Indonesia.

Andriah Feby Misna menyampaikan, keikutsertaan Kementerian ESDM sebagai dewan juri di kompetisi Go Green in the City merupakan ke-6 kalinya.

“Tiap tahunnya kami melihat antusiasme yang besar dari para mahasiswa Indonesia. Tentu harapannya kompetisi seperti ini dapat menjadi media bagi para generasi muda untuk berkreasi dalam menghasilkan inovasi-inovasi baru yang ramah lingkungan dan hemat energi. Diharapkan juga generasi muda bisa lebih peduli dan bisa menjadi agent of change untuk mewujudkan budaya hemat energi di lingkungannya,” kata Andriah.

Adapun tim RISE yang terdiri dari Clarissa Merry dan Rivaldo Gurky nantinya akan menampilkan proyek Smart Memory Alloy for Reliable Trackers (SMART) untuk bersaing di tingkat Asia Pasifik. Proyek SMART ini hendak menjawab permasalahan akan kebutuhan sumber energi alternatif dan pemerataan akses listrik di area rural dengan memaksimalkan penyerapan tenaga surya menggunakan solusi sistem panel surya yang dapat secara fleksibel mengikuti arah gerak matahari.

Dengan sistem panel surya ini, energi listrik yang dihasilkan dari tenaga surya dapat meningkat sekitar 18% dibandingkan sistem panel surya konvensional, diperkirakan dalam satu hari dapat menghasilkan energi listrik hingga 31,6 MWh, setara dengan menghidupkan 2.300 rumah tangga dengan konsumsi listrik rata-rata per harinya sebesar 13,6 kWh.

Reporter: Didi Kurniawan

Editor: G.A. Guritno

didi
12-07-2018 22:06