A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined index: BPN-Luncurkan-Aplikasi-Peta-Tata-Ruang-Online

Filename: controllers/Frontend.php

Line Number: 60

Backtrace:

File: /var/www/html/application/controllers/Frontend.php
Line: 60
Function: _error_handler

File: /var/www/html/application/controllers/Frontend.php
Line: 125
Function: default_data_body

File: /var/www/html/public/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined index: BPN-Luncurkan-Aplikasi-Peta-Tata-Ruang-Online

Filename: controllers/Frontend.php

Line Number: 64

Backtrace:

File: /var/www/html/application/controllers/Frontend.php
Line: 64
Function: _error_handler

File: /var/www/html/application/controllers/Frontend.php
Line: 125
Function: default_data_body

File: /var/www/html/public/index.php
Line: 315
Function: require_once

Kementerian ATR/BPN Luncurkan Aplikasi Peta Tata Ruang Online
Main Menu

Kementerian ATR/BPN Luncurkan Aplikasi Peta Tata Ruang Online

Annisa Setya Hutami
07-08-2018 22:44

Peresmian GIS TARU (Dokumentasi Kementerian ATR/BPN)

Artikel Terkait

 

Jakarta, Gatra.com - Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) meluncurkan aplikasi peta tata ruang baru bernama GIS TARU (Geographic Information System Tata Ruang) di Gedung Ditjen Tata Ruang pada Selasa (7/8). Sekretaris Jenderal, Himawan Arief Sugoto mengatakan program GIS TARU sebagai bentuk realisasi UU Nomor 13 Tahun 2017 tentang Penataan Ruang.


"Dalam Pasal tersebut disebutkan bahwa setiap warga negara Indonesia memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk memperoleh informasi penataan ruang," katanya melalui release yang didapat oleh Gatra.com pada Selasa.

Ia menuturkan sebelumnya telah terdapat peraturan mengenai sistem pemetaan. Terdapat beberapa jenis dan sangat perlu untuk didigitalisasikan.

"Selain itu peluncuran GIS TARU ini merupakan implementasi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 9 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Satu Peta karena peta tata ruang sebagai salah satu dari 85 peta tematik. Selain itu juga untuk mendukung Online Single Submission," ujarnya.

Harapan terbesar pada program ini agar pengurusan izin dapat dipermudah. Selain itu juga akan berdampak pada pembangunan ekonomi dan sektor lainnya.

"Dengan terbukanya informasi mengenai penataan ruang akan mempermudah perizinan dan mendorong investasi serta mendorong pembangunan yang tertib tata ruang," ucap Himawan.


Reporter: ASH
Editor: Arief Prasetyo

 

 

Annisa Setya Hutami
07-08-2018 22:44