Main Menu

Skyegrid, Startup Lokal untuk Game Streaming Hemat

Cavin Rubenstein M.
19-08-2018 11:59

EO Skyegrid Rolly Edward (kiri) bersama Menkominfo Rudiantara (kedua dari kiri) saat peluncuran Skyegrid. (Dok. Skyegrid/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Bermain Game terbaru seperti Fortnite, Assasin's Creed Origin, atau Far Cry 5 memang mengasyikkan. Resikonya, Gamers harus mengeluarkan biaya banyak agar bisa menikmati permainan tersebut. Meski kini, hal itu bukan masalah lagi.

 

Beberapa waktu lalu, telah muncul Skyegrid, platform game streaming Android pertama di Indonesia yang memungkinkan pengguna untuk bermain game klasifikasi triple A, bahkan dari ponsel pintar mereka.

"Selama ini, untuk memainkan game triple A, kita membutuhkan konsol game, misalnya PlayStation, Xbox, atau PC berspesifikasi tinggi. Tapi, nggak semua orang mampu membelinya," kata Rolly Edward, CEO Skyegrid lewat keterangan tertulisnya yang diterima redaksi Gatra.com.

Sebagai ilustrasi, Rolly membeberkan bahwa untuk memainkan sebuah game tanpa Skyegrid, seseorang harus membeli sebuah konsol game, misalnya Sony PlayStation 4 (500 GB) seharga Rp3,5 juta, lalu perlu satu unit TV yang harga rata-ratanya Rp2,5 juta untuk ukuran 32 inci, belum lagi game-nya yang rata-rata seharga Rp300 ribu. Jika ditotal, seseorang tersebut harus merogoh kocek Rp6,3 juta, hanya untuk memainkan satu game. Ia perlu menambah Rp300-500 ribu lagi setiap kali ingin bermain game baru.

"Sehingga, investasi untuk bermain game terasa sangat mahal bagi sebagian orang. Sebab itu, kami akan mengubah cara pandang orang tentang bermain game dengan Skyegrid," kata Rolly.

Saat ini, Skyegrid sudah tersedia untuk OS (Operating System) Android, Windows, Mac OS, dan Xbox. Pengguna bisa mengunduhnya di Playstore, AppStore, atau Microsoft Store. Sedangkan pengguna Windows 7 ke bawahg, Linux, atau MacOS lama juga bisa mengakses game di Skyegrid dengan mengakses situs www.skyegrid.id. Saat ini, Skyegrid hanya menyediakan satu paket berlangganan, yakni Rp179.000,- untuk 30 hari.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara yang hadir pada peluncuran Skyegrid pekan lalu mengungkapkan bahwa konsep startup ini adalah contoh dari economy sharing. Selain itu, Skyegrid juga diharapkan bisa merangsang pengembang game lokal. Sehingga Indonesia tidak sekadar menjadi konsumen saja di industri game ini."Kita akan dorong game ini suatu saat menjadi devisa besar di negara kita," kata Rudiantara.

Senada dengan Menkominfo, Direktur Infrastruktur TIK Bekraf Muhammad Neil El Himam menuturkan, Skyegrid sangat mungkin menjadi nafas baru bagi industri game, khususnya pengembang game lokal di masa depan.

Berdasarkan data yang ia miliki, per 2017 lalu, nilai pasar video game diperkirakan mendekati US$900 juta, atau sekitar Rp13 trilyun. Sedangkan porsi lokal kurang dari 5 persen. "Saya berharap, keberadaan Skyegrid bisa terus menggenjot porsi lokal, dari lima persen jadi 10 persen, 20 persen, dan seterusnya, hingga para developer lokal tuan rumah di negeri sendiri,” kata Neil.



Editor : Cavin R. Manuputty

Cavin Rubenstein M.
19-08-2018 11:59