Main Menu

Sel Surya Ciptaan Peneliti ITS Juarai Kompetisi Teknologi Yang Digelar Shell dan Ecadin

Aries Kelana
24-08-2018 16:02

Tim Repgy pemenang kompetisi Shell. (Dok. Shell Indonesia/FT02)

Jakarta, Gatra.com -- Tim REPGY (Recycled Panel Eco Energy) dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil menyabet juara pertama dengan ide inovasi “Panel Ondrivoltaic Berbahan Plastik Daur Ulang Terinstalasi dengan Sel Ondri”.

Tim tersebut menjuarai kategori energi dalam kompetisi bertajuk "Think Efficiency 2018" yang diselenggarakan PT Shell Indonesia bersama Energy Academy Indonesia (Ecadin). Pengumuman pemenang dilakukan pertengahan Agustus ini seperti dalam rilisnya yang diterima Gatra.com (23/8).

Tim ITS beranggotakan empat orang, yaitu Bagas Pramana sebagai ketua penelitian, sedangkan Reza Aulia, Rafif Nova dan M. Afif menjadi anggotanya.

Mereka berhasil menciptakan panel ondrivoltaik yang terinstalasi dengan sel ondri sebagai pemanen panas matahari menjadi listrik untuk pemenuhan kebutuhan listrik konvensional yang murah dan mandiri di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar).

REPGY diklaim memiliki tingkat efisiensi yang mampu bersaing, lebih stabil, dan lebih murah jika dibandingkan dengan sel surya berbasis silikon.

Sementara itu, untuk kategori Tribologi, juara pertama diraih oleh Tim Infinite dengan membawakan inovasi “Permodelan Simulasi Friction dan Efisiensi pada Excavator dengan Computational Intelligence Controller”. Tribologi adalah ilmu mengenai gesekan antara dua permukaan yang bergerak, meliputi studi lebih dalam tentang gesekan, keausan, serta material pelumas dan pelumasan.

Tim yang diketuai oleh Daniel Martomanggolo, dosen di program studi Teknik Informatika, berhasil mengurangi hilangnya energi dan biaya yang ditimbulkan oleh gesekan pada excavator pada system hydraulic maupun joint.

Dengan berkurangnya gesekan tersebut, maka penggunaan bahan bakar pada komponen hydraulic dan keausan joint dapat berkurang, sehingga meningkatkan efisiensi pada excavator secara keseluruhan.

Kompetisi “Think Efficiency 2018” berlangsung dari 1 Mei 2018 hingga 31 Juni 2018, dikuti lebih dari 100 ide yang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar SMU, pekerja profesional, hingga para pengajar di universitas.

Ajang penghargaan inovasi ini menitikberatkan penilaian pada aspek originalitas, produk, dampak, dan keberlanjutan. Untuk aspek originalitas, penilaian meliputi: tujuan, ide yang mendasari, dan keunggulan konsep.

Sementara untuk aspek produk, penilaiannya meliputi: desain, kerangka berpikir, proses pembuatan, biaya, dan cara kerja. Penilaian pada aspek dampak meliputi dampak terhadap efisiensi dan ekonomi.

Terakhir pada aspek keberlanjutan, penilaiannya meliputi: potensi produk bermanfaat dan bersaing dalam jangka panjang, arah dan strategi pengembangan, dan hambatan/faktor utama dalam pengembangan.

Pada tahap final - dari enam tim yang berhasil masuk ke babak final - dewan juri akhirnya memutuskan dua tim Inovator Indonesia sebagai pemenang utama kompetisi tersebut.
Dr. Syarif Riyadi, salah satu tim juri, mengatakan bahwa ide-ide inovasi dari anak bangsa yang hadir dalam kompetisi ini luar biasa kreatif dan inovatif. Karya-karyanya menggambarkan potensi anak bangsa dalam melahirkan inovasi, mulai dari ide-ide dasar sains hingga produk aplikatif yang dapat dijual ke pasar dan berguna bagi masyarakat, yang kemudian mengarah menuju kemandirian teknologi nasional.

Ke depan, tinggal bagaimana industri mengarahkan & mendukung potensi para innovator ini. “Kami berharap kompetisi seputar inovasi energi dan tribology ini dapat terus diselenggarakan untuk memotivasi anak bangsa dalam mengembangkan produk inovatif dan mengambil peran dalam kemajuan & kemandirian teknologi nasional,” ujarnya.


Editor: Aries Kelana

 

Aries Kelana
24-08-2018 16:02