Main Menu

Pertama di Dunia, Taksi Tanpa Sopir

Rosyid
28-08-2018 12:02

Ujicoba taksi tanpa sopir di Tokyo.(REUTERS/Toru Hanai/re1)

Tokyo, Gatra.com - Ada pilihan baru bagi warga Tokyo untuk menggunakan taksi. Yaitu taksi tanpa sopir. Layanan ini mulai di uji coba Senin kemarin dengan target bisa beroperasi penuh menjelang Olimpiade Tokyo 2020.

ZMP Inc. perusahaan pengembangan mobil swakemudi asal Toyota bekerjasama dengan Hinomaru Katsu Co., salah satu operator taksi besar mengatakan uji coba ini yang pertama didunia. Dalam uji coba yang akan berlangsung hingga 8 September itu, penumpang taksi swakemudi ini tetap membayar ongkos.

Dalam uji coba ZMP dan Hinomaru, sebuah minivan yang dilengkapi beragam sensors dan teknologi otonom lainnyab bergerak dengan trayek dari fasilitas niaga di Otemachi, Tokyo ke distrik Roppongi yang jaraknya 5,3 km. Dalam sehari mobil ini akan empat kali pulang balik melayani penumpang di trayek ini.

Langkah ini merupakan respon terhadap kompetisi pengehmbangan kendaraan otonom, baik dalam negari maupun mancanegara. General Motors Co. dan Waymo sudah menjalankan tes jalan raya di Amerika Serikat. Sementara Nissan Motor Co. dan DeNA Co. mengadakan uji coba di Yokohama Maret lalu.

Teknologi otonom akan sepenuhnya mengendalikan mobil. Kapan harus bergereka, kapan belok hingga berhenti. Namun dengan alasan keselamatan, tetap ada seorang pengemudi yang duduk dibelakang kemudi untuk mengambil alih kendali untuk memastikan perjalanan berlangsung lancar dan aman. Penumpang membayar 1500 yen (Rp 197 ribu)untuk sekali jalan. Pembayaran dilakukan melalui aplikasi smartphone, seperti dilaporkan Japan Today, Selasa (27/8).

Seorang pria berusia 45 tahun menjadi penumpang pertama. Dia naik dari Ward Toshima, Tokyo pada Senin pagi. Usai perjalanan dia mengatakan, "Itu adalah perjalanan yang alami sehingga saya hampir lupa itu adalah mobil yang dapat mengemudi sendiri. Saya merasakan kemajuan teknologi. "

Perusahaan berencana untuk mengadakan test drive pada rute kedua akhir tahun ini, menghubungkan bandara Haneda dan Tokyo pusat.

Dikawasan pedesaan, juga banyak yang menantikan teknologi ini karena banyak sekali perusahaan taksi yang tidak beroperasi karena para pengemudinya semakin tua. Hinomaru dan ZMP berencana menggandeng perusahaan-perusahaan taksi yang kekurangan sopir untuk bergabung.


Editor: Rosyid

Rosyid
28-08-2018 12:02