Main Menu

Menyentuh Batas Atmosfer Tanpa Mesin

Rosyid
04-09-2018 11:31

Pesawat eksperimental Airbus Perlan Mission II (Dok. Airbus/FT02)

El Calafate, Gatra.com - Menerbangkan pesawat hingga batas atmosfer tentunya membutuhkan pesawat dengan mesin jet yang kuat. Seperti pesawat jet U-2 Dragon Lady yang punya mesin dengan daya dorong hingga 17.000 lbs. Pada 17 April 1989, pesawat Angkatan Udara Amerika Serikat ini mencetak rekor ketinggian terbang 73.737 feet.

 

 

Awal pekan ini, Minggu (2/9), pesawat eksperimental Airbus Perlan Mission II bisa menorehkan rekor ketinggian baru tanpa mesin jet. Bahkan pesawat itu tidak menggunakan mesin sama sekali. Pesawat glider ini terbang ke titik tertinggi denga menunggangi gelombang udara ke angkasa hingga ketinggian lebih dari 76.000 feet. Jauh lebih tinggi dari ketinggian penerbangan pesawat komersial. Sebagai gambaran, ketinggian terbang pesawat komersial Airbus A350 adalah 43.000 feet.

Dalam satu pekan sebelumnya, Airbus Perlan Mission II sudah menorehkan tiga rekor ketinggian secara berurutan. Pada 26 Agustus 2018, pilot utama Jim Payne dan kopilot Morgan Sandercock terbang hingga 63.100 feet. Ini rekor baru bagi pesawat glider. Lebih baik dari rekor sebelumnya yang dibuat Airbus Perlan Mission II pada 3 September 2017 dengan ketinggian 54.000.

Dua hari kemudian, pada 28 Agustus 2018, Jim Payne dan Miguel Iturmendi mencapai 65.600 feet. Rekor baru kembali dibuat 2 September oleh Jim Payne dan Tim Garder yang menggapai level 76,124 feet.

"Pada ketinggian itu, bintang-bintang terlihat bahkan pada siang hari," kata Payne sebelumnya kepada CNN. "Ini akan sangat menyenangkan, itu pasti."

Menurut CNN, ini artinya pilot dan kopilot pesawat itu sudah melewati Amstrong Line. Ketinggian dimanan darah dalam tubuh manusia bisa mendidih jika tanpa perlindungan.

Pilot dan kopilot terbang dalam kokpit sempit bertekanan. Untuk menghemat oksigen mereka menggunakan teknologi khusus. Pesawat sepanjang 10,16 meter ini memiliki bentang sayap 25,6 meter. Untuk lepas landas, pesawat seberat 826 kg ini ditarik pesawat baling-baling Grob Egrett G520 hingga ketinggian tertentu. Selanjutnya pesawat glider dilepas dan terbang menunggangi 'mountain waves', angin yang terdorong keatas karena pantulan dari tebing-tebing gunung Andes. Angin ini bertiup semakin kencang saat Austral Winter, dimana angin bergerak memutari gunung-gunung dan bergerak keatas. Fenomena alam ini hanya terjadi dibeberapa tempat saja, salah satunya di El Calafate, Pegunungan Andes, Argentina.

Pesawat ini dilengkapi dengan beragam instrumen untuk menangkap data dalam penerbangan super tinggi, gas rumah kaca dan level ozon. Airbus Perlan Mission II dirancang untuk menanjak hingga level 90.000 feet. Masih ada kesempatan tim untuk mencoba meraih rekor ketinggian baru sebelum pertengahan September 2018. Setelah itu mountain waves mulai melemah dan tim kembali ke Amerika Serikat.

Saat ini rekor penerbangan pesawat berawak masih dipegangn pesawat jet pengintai SR-71 Blackbird yaitu 85,069 feet.


Rosyid

Rosyid
04-09-2018 11:31