Main Menu

Ubah Togean Menjadi Cagar Biosfer Lewat Transplantasi Terumbu Karang

Flora Librayanti BR K
07-09-2018 15:32

Transplantasi Terumbu Karang di Pulau Togean (Dok. Pertamina/FT02)

Kepulauan Togean, Gatra.com - Indonesia merupakan negara kepulauan yang berada dalam area segitiga karang (coral triangle) dunia. Dengan total luas terumbu karang 2,5 juta hektar dan letak Indonesia yang berada di kawasan segitiga terumbu karang dunia ini menjadikan Indonesia dipertimbangkan sebagai pusat keanekaragaman terumbu karang dunia dan cagar biosfer.

 

Sayangnya, saat ini terumbu karang sangat rentan terhadap kerusakan terutama oleh aktivitas manusia. Berdasarkan status terumbu karang Indonesia yang dikeluarkan LIPI pada 2017, kondisi terumbu karang yang baik di Indonesia hanya 6,39 persen. Termasuk di Sulawesi, dari 862.627 Ha luasan terumbu karang Sulawesi, sekitar 31,2% atau 269.570 Ha diantaranya berstatus jelek/rusak.

Padahal terumbu karang sangat penting bagi lingkungan dan manusia. Terumbu karang mampu melindungi penduduk pesisir dari badai karena mampu menyerap 97% energi ombak. Sebagai rumah ikan, serta biota laut lainnya, terumbu karang yang sehat menghasilkan 5-10 ton ikan/km2 setiap tahun. Disamping itu, terumbu karang juga bermanfaat sebagai lokasi wisata bahari, mampu menghasilkan pendapatan sebesar Rp13 triliun dari sekitar 2,5 juta wisatawan.

Melihat kondisi tersebut, PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VII Sulawesi bersama Balai Taman Nasional Kepualaun Togean (TNKT), melakukan transplantasi karang yang dikemas dalam “Tour de Terumbu” di Pulau Pangempa, Kepulauan Togean, Kamis (6/9). Transplantasi karang ini dilakukan langsung oleh para penyelam dari TNKT dan Pertamina MOR VII dengan dilepas secara simbolis oleh General Manager MOR VII, Tengku Fernanda.

“Kepulauan Togean memiliki luas terumbu karang 13.909 hektar, namun lebih dari dari 50 persen atau 8.345 hektar terumbu karang berstatus rusak dan sisanya hanya 5.564 hektar yang berstatus sehat. Karenanya Pertamina bersama Balai TNKT melakukan transplantasi karang sebanyak 5.600 bibit di Pulau Pangempa, Togean,” kata Tengku.

Kepala Balai TNKT, Ir Bustang menjelaskan Cagar Biosfer merupakan wilayah atau kawasan yang terdiri dari daratan, perairan, dan pantai yang keseluruhan unsur alamnya dilindungi dan dilestarikan.Keberadaan cagar biosfer bertujuan untuk mencapai keseimbangan antara melestarikan keanekaragaman hayati, pembangunan ekonomi, dan kebudayaan.

Sesuai dengan namanya, kegiatan ‘Tour de Terumbu’ ini tidak hanya dilakukan di Kepulauan Togean, namun tur transplantasi karang di 3 lokasi. Sebelumnya, tur kegiatan transplantasi karang ini telah didahului di dua lokasi di wilayah Sulawesi Tenggara yakni di Wakatobi, 1000 bibit pada Sabtu, (25/8) dan di Kolaka, 200 bibit pada Rabu, (29/8) lalu.



Flora L.Y. Barus

 

Flora Librayanti BR K
07-09-2018 15:32