Main Menu

Database Diretas, British Airways Minta Maaf

Rosyid
07-09-2018 21:52

Ilustrasi - Peretasan (Shutterstock/FT02)

London, Gatra.com - British Airways meminta maaf Jumat (7/9)gara-gara data rinci kartu kredit ratusan ribu pelanggannya dicuri yang digambarkan sebagai yang terburuk.

 

 

Maskapai penerbangan itu menemukan pada hari Rabu bahwa pemesanan yang dilakukan antara 21 Agustus dan 5 September telah diinfiltrasi dalam serangan "kejahatan yang sangat canggih, jahat", seperti digambarkan CEO British Airways Alex Cruz. Perusahaan segera menghubungi pelanggan ketika tingkat pelanggaran menjadi jelas.

Sekitar 380.000 data pembayaran kartu diretas. Peretas mendapatkan nama, alamat jalan dan email, nomor kartu kredit, tanggal kedaluwarsa dan kode keamanan - informasi yang cukup untuk mencuri dari akun.

Serangan ini terjadi 15 bulan setelah kasus kegagalan sistem komputer besar-besaran di bandara Heathrow London, yang menyebabkan 75.000 pelanggan British Airways terlantar padahal mereka siap berlibur di akhir pekan.

Cruz mengatakan operator itu "sangat menyesal" atas gangguan yang disebabkan oleh kejahatan canggih. Belum pernah terjadi dalam 20 tahun British Airways beroperasi online.

Dia mengatakan para penyerang tidak melanggar enkripsi maskapai tetapi tidak menjelaskan secara pasti bagaimana mereka mendapatkan informasi pelanggan.

Menurut Reuters, British Airways menginformasikan pelanggan yang terkena dampak serangan pada hari Kamis. Perusahaan menyarankan pelanggan untuk menghubungi bank atau penyedia kartu kredit masing-masing dan mengikuti saran yang direkomendasikan mereka.


Rosyid

Rosyid
07-09-2018 21:52